Mengenal Hari Ayah 12 November: Kisah di Balik Peringatan Kematian

Mengenal Hari Ayah 12 November: Kisah di Balik Peringatan Kematian

Media sosial sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Mengenal Hari Ayah 12 November: Kisah di Balik Peringatan Kematian. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.

Sejarah yang Menyentuh di Balik Perayaan Hari Ayah

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Hari Ayah, yang dirayakan setiap tanggal 12 November, mungkin terdengar seperti momen sederhana untuk memberi apresiasi kepada para ayah. Namun, di balik perayaan ini tersembunyi kisah yang sangat menyentuh dan penuh makna. Awalnya, Hari Ayah bukanlah sekadar hari untuk memberi hadiah atau ucapan selamat, melainkan lahir dari sebuah tragedi yang mengguncang dunia.

Sejarah Hari Ayah bermula pada tahun 1908, ketika seorang perempuan bernama Grace Golden Clayton mengusulkan adanya kebaktian khusus untuk mengenang para ayah yang tewas dalam bencana tambang Monongah di Virginia Barat. Kecelakaan tersebut menewaskan lebih dari 300 pekerja, dan sebagian besar dari mereka adalah ayah-ayah yang meninggalkan keluarga tanpa kesempatan untuk berucap selamat tinggal. Dari sinilah benih awal Hari Ayah mulai tumbuh.

Setahun kemudian, ide untuk merayakan sosok ayah kembali muncul, kali ini melalui seorang perempuan bernama Sonora Smart Dodd dari Spokane, Washington. Ia terinspirasi setelah mendengar khotbah di Hari Ibu dan merasa bahwa ayah juga layak mendapatkan penghargaan serupa. Sonora dibesarkan oleh ayahnya sendiri—William Jackson Smart, seorang veteran Perang Sipil—setelah ibunya meninggal. Berkat dukungan gereja dan organisasi pemuda setempat, Hari Ayah pertama resmi dirayakan pada 19 Juni 1910, bertepatan dengan bulan ulang tahun sang ayah.

Meski awalnya dirayakan secara terbatas, peringatan ini perlahan menyebar ke berbagai daerah di Amerika Serikat. Namun, butuh waktu lama sebelum Hari Ayah diakui secara nasional. Pada tahun 1966, Presiden Lyndon B. Johnson mengeluarkan proklamasi yang menetapkan hari Minggu ketiga bulan Juni sebagai Hari Ayah. Dan pada tahun 1972, Presiden Richard Nixon menandatangani undang-undang yang menjadikannya hari libur nasional resmi di Amerika Serikat.

Kini, Hari Ayah dirayakan hampir di seluruh dunia, meskipun tanggalnya berbeda-beda. Di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, termasuk Indonesia, dan banyak negara lain, Hari Ayah diperingati pada 12 November. Sementara itu, negara-negara Katolik seperti Spanyol dan Italia merayakannya pada 19 Maret, bertepatan dengan hari raya Santo Yosef, ayah dari Yesus. Di Thailand, Hari Ayah jatuh pada 5 Desember untuk memperingati ulang tahun mendiang Raja Bhumibol Adulyadej.

Meski sejarahnya lahir dari tragedi, Hari Ayah kini menjadi momentum untuk mengekspresikan kasih sayang dan rasa terima kasih kepada sosok ayah atau figur ayah lainnya. Ini bisa berupa ayah kandung, kakek, ayah tiri, maupun wali. Perayaan ini sering diisi dengan memberikan hadiah, kartu ucapan, hingga makan bersama keluarga. Beberapa orang bahkan mengenakan mawar merah untuk menghormati ayah yang masih hidup, dan mawar putih bagi mereka yang telah tiada.

Dari kisah sedih di tambang Monongah hingga menjadi hari peringatan global, Hari Ayah mengingatkan kita bahwa di balik setiap langkah besar dalam hidup, ada sosok ayah yang bekerja keras, berkorban, dan mencintai tanpa pamrih. Hari Ayah bukan hanya sekadar momen untuk merayakan, tetapi juga untuk mengingatkan kita akan pentingnya menghargai dan menghormati para ayah yang telah memberi begitu banyak dalam kehidupan kita.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar