Mengenal Cold Calling dalam Penawaran ke Konsumen

Mengenal Cold Calling dalam Penawaran ke Konsumen

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Mengenal Cold Calling dalam Penawaran ke Konsumen yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.

Cold Calling Masih Digunakan, Meski Menghadapi Tantangan

Cold calling masih menjadi salah satu metode penjualan yang digunakan oleh banyak pelaku usaha. Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti tingkat keberhasilan yang rendah dan resistensi dari sebagian konsumen, metode ini terus beradaptasi seiring perubahan perilaku pasar dan perkembangan teknologi pemasaran. Berikut adalah beberapa hal penting tentang cold calling.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Cold Calling sebagai Metode Dasar Penjualan


Cold calling didefinisikan sebagai aktivitas menghubungi calon pelanggan yang sebelumnya belum pernah berinteraksi dengan tenaga penjual. Praktik ini merupakan salah satu bentuk telemarketing tertua yang membutuhkan ketekunan serta perencanaan strategis.

Pendekatan ini umumnya dilakukan melalui panggilan telepon, tetapi juga bisa berupa kunjungan langsung dari pintu ke pintu. Tenaga penjual yang menggunakan metode ini harus siap menghadapi penolakan berulang.

Dalam praktiknya, keberhasilan cold calling sangat berkaitan dengan kemampuan tenaga penjual melakukan riset terhadap demografi calon pelanggan dan kondisi pasar. Dengan riset tersebut, penjual dapat mengidentifikasi konsumen yang lebih berpeluang merespons penawaran. Namun, profesi yang sangat bergantung pada cold calling juga dikenal memiliki tingkat keluar-masuk pekerja yang tinggi.

Tingkat Keberhasilan Bergantung pada Kegigihan Penjual


Cold calling sering kali memicu berbagai respons, mulai dari telepon yang langsung ditutup hingga penolakan secara verbal. Menurut laporan LinkedIn pada 2020, sekitar 69 persen prospek tercatat menerima panggilan dari tenaga penjual baru dalam setahun terakhir, dan 82 persen di antaranya bersedia melanjutkan ke tahap pertemuan.

Namun, rata-rata diperlukan sekitar 18 kali panggilan untuk dapat terhubung dengan calon pembeli. Di sisi lain, sebagian besar penjual disebut berhenti mencoba setelah empat kali panggilan, sehingga tidak mencapai kesepakatan.

Seiring waktu, popularitas cold calling dilaporkan menurun akibat berkembangnya metode pemasaran lain, seperti email, pesan singkat, dan pemasaran media sosial melalui platform seperti Facebook dan X. Metode-metode tersebut dinilai lebih efisien dalam menjaring prospek baru.

Praktik Cold Calling di Berbagai Sektor


Di sektor keuangan, pialang saham diketahui menggunakan cold calling untuk mendapatkan klien baru. Gambaran praktik ini antara lain ditampilkan dalam film Boiler Room, yang memperlihatkan pialang menghubungi daftar calon klien secara berulang sebagai bagian dari strategi penjualan berbasis jumlah.

Meskipun demikian, pialang yang berhasil mengamankan kesepakatan bernilai besar disebut jarang mengandalkan metode cold calling sebagai strategi utama.

Selain sektor keuangan, sejumlah merek juga dikenal menjalankan penjualan dari pintu ke pintu. Ada yang memasarkan buku pendidikan ke lingkungan perumahan, sementara yang lain mengirim tenaga penjual langsung ke rumah-rumah untuk menawarkan produknya.

Tips untuk Meningkatkan Penjualan Tanpa Tambahan Modal

  • Jika Anda sedang mencari cara untuk meningkatkan penjualan tanpa tambahan modal, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan penggunaan cold calling dengan pendekatan yang lebih personal dan informatif.
  • Selain itu, manfaatkan media sosial untuk membangun hubungan dengan calon pelanggan. Dengan membangun koneksi yang kuat, Anda bisa meningkatkan peluang konversi tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
  • Pastikan juga untuk memberikan nilai tambah kepada pelanggan, baik melalui informasi yang bermanfaat atau layanan yang cepat dan ramah. Ini akan membantu meningkatkan loyalitas dan meningkatkan penjualan secara bertahap.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar