Mengapa Wanita Menopause Rentan Osteoporosis

Mengapa Wanita Menopause Rentan Osteoporosis

Berita terbaru hadir untuk Anda. Mengenai Mengapa Wanita Menopause Rentan Osteoporosis, berikut adalah fakta yang berhasil kami himpun dari lapangan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Penyebab dan Risiko Osteoporosis pada Perempuan

Osteoporosis adalah kondisi yang menyebabkan tulang menjadi keropos dan rentan patah. Menurut data, satu dari tiga perempuan di atas usia 50 tahun diperkirakan akan mengalami patah tulang akibat penyakit ini. Kondisi ini sering muncul tanpa gejala, sehingga sulit dideteksi hingga terjadi kerusakan yang parah.

Di Indonesia, hampir 50 persen populasi berisiko mengalami osteopenia, yaitu tahap awal penurunan kepadatan tulang. Dokter spesialis ortopedi Aldico Sapardan menjelaskan bahwa osteoporosis lebih umum terjadi pada perempuan dibanding laki-laki. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormonal yang terjadi saat menopause.

"Ketika menopause, terjadi ketidakseimbangan hormonal yang memengaruhi penyerapan kalsium ke dalam tulang," ujar dr. Aldico. Penurunan hormon estrogen setelah menopause juga dapat mempercepat kehilangan massa tulang pada wanita.

Deteksi Dini dengan Pemeriksaan Kepadatan Tulang

Osteoporosis sering disebut sebagai "penyakit diam-diam" karena tidak memiliki gejala yang jelas. Banyak orang tidak merasakan nyeri atau gangguan apa pun hingga terjadi patah tulang.

"Yang sering terjadi, seseorang tidak ada keluhan apa-apa, tidak ada rasa enggak nyaman, tiba-tiba jatuh dan tulangnya patah," kata dr. Aldico.

Untuk mendeteksi dini, pemeriksaan kepadatan tulang sangat penting. Beberapa metode yang bisa digunakan antara lain USG dan tes kepadatan tulang sederhana. Namun, standar medis yang digunakan adalah pemeriksaan DXA (dual energy X-ray absorptiometry), yang menggunakan sinar X-ray dosis rendah.

"Pemeriksaan ini cukup akurat dan biasanya akan diperiksa kepadatan tulang di tiga tempat, yaitu di area pergelangan tangan, area lumbal atau tulang punggung bagian belakang, dan area panggul," jelas dr. Aldico.

Hasil pemeriksaan akan menunjukkan tingkat kepadatan tulang. Jika hasilnya hijau, artinya kondisi tulang normal. Warna kuning menunjukkan osteopenia, yaitu fase awal sebelum osteoporosis, sedangkan warna merah menandakan adanya osteoporosis.

Pentingnya Kalsium dan Olahraga untuk Kesehatan Tulang

Mencegah osteoporosis bisa dimulai sejak dini melalui gaya hidup sehat. Asupan gizi yang seimbang, aktivitas fisik rutin, serta penggunaan suplemen jika diperlukan dapat membantu menjaga kepadatan tulang.

“Selfcare untuk pencegahan osteoporosis harus dimulai sejak dini seperti beraktivitas dan latihan fisik secara rutin dan teratur, diet seimbang kaya akan kandungan kalsium. Jika diperlukan bisa mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D,” kata dr. Aldico.

Selain itu, menjaga gaya hidup sehat juga penting. Misalnya, berhenti merokok, membatasi konsumsi kafein, dan rutin berolahraga.

Latihan Ketahanan untuk Kesehatan Tulang

Praktisi kebugaran Ade Rai menekankan pentingnya mengubah gaya hidup sejak muda agar tetap sehat hingga tua. Ia menyarankan untuk melakukan latihan ketahanan, bukan hanya kardio.

"Latihannya jangan cuma kardio, tapi juga ketahanan. Kalau untuk kepadatan tulang dan kekuatan otot, lakukan latihan ketahanan," ujar Ade Rai.

Ia juga mengingatkan masyarakat, terutama yang lebih banyak duduk, untuk meningkatkan durasi bergerak aktif. "Tubuh manusia didesain untuk selalu bergerak. Jangan cuma 30 menit sehari, tapi terus lakukan di sela kegiatan. Misalnya lakukan latihan olahraga 5 menit setelah waktu shalat. Jadi gaya hidupnya harus aktif," tambahnya.

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Mengapa Wanita Menopause Rentan Osteoporosis. Semoga bermanfaat Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar