
Sejarah Hari Ayah Nasional di Indonesia
Di Indonesia, tanggal 12 November memiliki makna khusus karena diperingati sebagai Hari Ayah Nasional. Tidak seperti peringatan Hari Ayah Sedunia yang jatuh pada tanggal 15 Juni, perayaan ini memiliki akar sejarah yang unik dan berasal dari inisiatif masyarakat.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Peringatan Hari Ayah Nasional tidak bisa dipisahkan dari organisasi sosial bernama Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Organisasi ini dikenal aktif dalam memperjuangkan peringatan Hari Ibu di Indonesia. Pada tahun 2006, PPIP menyelenggarakan sebuah lomba menulis surat untuk ayah di Solo, Jawa Tengah. Kegiatan ini terbuka bagi pelajar, remaja, hingga orang dewasa.
Tujuan dari lomba ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana bagi anak-anak untuk menyampaikan rasa cinta dan penghargaan kepada ayah mereka melalui tulisan. Surat-surat yang dikumpulkan kemudian menjadi bagian dari acara besar di Balai Kota Solo.
Acara puncak peringatan diselenggarakan dengan meriah dan penuh haru, serta dihadiri langsung oleh Wali Kota Solo saat itu, Joko Widodo (Jokowi). Pada momen tersebut, tanggal 12 November ditetapkan sebagai Hari Ayah Nasional.
Sebagai bentuk apresiasi, surat-surat terbaik dari peserta lomba diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “Buku Untuk Ayah”. Menurut PPIP, peringatan Hari Ayah tidak kalah penting dibandingkan peringatan Hari Ibu. Sosok ayah memiliki peran besar dalam kehidupan anak dan keluarga, baik sebagai pelindung, teladan, pencari nafkah, maupun pendidik yang membentuk karakter anak.
Makna dan Tujuan Peringatan Hari Ayah Nasional
Peringatan Hari Ayah Nasional bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momen untuk merenungkan peran penting seorang ayah dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Beberapa pesan utama yang ingin disampaikan melalui peringatan ini antara lain:
- Menghargai kasih sayang dan pengorbanan ayah, yang sering bekerja keras tanpa banyak kata demi kesejahteraan keluarganya.
- Membangun kembali kedekatan antara ayah dan anak, mengingat dalam kesibukan hidup modern, komunikasi sering kali terabaikan.
- Menegaskan kesetaraan peran ayah dan ibu dalam mendidik, menanamkan nilai moral, serta membentuk kepribadian anak.
Dengan adanya peringatan ini, diharapkan masyarakat lebih sadar akan pentingnya peran ayah dalam kehidupan keluarga. Hari Ayah Nasional juga menjadi ajang untuk menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada para ayah atas dedikasinya dalam mendidik dan melindungi anak-anaknya.
Komentar
Kirim Komentar