
Kariernya di Proliga 2026 Masih Tidak Jelas, Megawati Hangestri Pertiwi Disebut Akan Kembali ke Jakarta Pertamina Enduro
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Megawati Hangestri Pertiwi masih belum mengungkapkan rencana karier terbarunya setelah membantu timnas voli putri Indonesia meraih medali perunggu SEA Games 2025. Meski begitu, kabar menarik muncul bahwa pemain berusia 26 tahun ini disebut telah menjalin kesepakatan dengan klub Jakarta Pertamina Enduro untuk tampil di Proliga 2026.
Megawati akan menjadi pemain terakhir dari klub Bank Jatim yang bergabung dengan Pertamina. Sebelumnya, beberapa pemain seperti Asih Titi Pangestuti, Yesky Pentakusuma, dan Karina Putri Aprina sudah lebih dulu diperkenalkan. Selain itu, pelatih Bank Jatim Labib juga akan bergabung sebagai asisten pelatih di bawah arahan Bulent Karslioglu.
Manajer voli Bank Jatim, Johanes Koento, mengonfirmasi bahwa Megawati kemungkinan besar akan kembali memperkuat Jakarta Pertamina Enduro pada musim depan. “Iya, arahnya (Mega) ke sana (Pertamina),” ujar Koento melalui pesan singkat. Sebelumnya, Megawati pernah membela Pertamina selama dua periode, yaitu pada 2015–2017 dan 2022–2023.
Junaida Santi Absen di Proliga 2026
Jakarta Pertamina Enduro adalah juara bertahan Proliga. Klub BUMN ini telah meraih tiga gelar juara sejak berdiri pada 2012, yaitu pada 2014, 2018, dan 2025. Salah satu bintang mereka, Junaida Santi, tampil gemilang saat Pertamina memenangkan gelar musim lalu. Sebagai outside hitter berusia 18 tahun, dia mendapatkan penghargaan MVP Proliga 2025.
Namun, Junaida kemungkinan besar tidak akan tampil dalam Proliga 2026. Menurut informasi yang diperoleh, dia sedang menjalani pemulihan cedera. Hal ini juga membuatnya absen dalam memperkuat timnas Indonesia di SEA Games 2025 Thailand.
Timnas Voli Putri Sesuai Target
Tanpa kehadiran Junaida Santi, timnas voli putri Indonesia mengandalkan Megawati sebagai tumpuan utama. Dengan komposisi pemain senior dan junior, Indonesia tetap mampu mencapai target dengan merebut medali perunggu.
Dalam pertandingan perebutan tempat ketiga, Senin (15/12), Megawati dan rekan-rekannya berhasil mengalahkan Filipina dengan skor 3-1 di Stadion Indoor Huamark, Bangkok. Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBVSI, Loudry Maspaitella, menyatakan bahwa hasil ini sesuai dengan target yang ditetapkan. “Kami lega, bisa tidur dengan enak. Apa yang kami capai ini sesuai target,” ujarnya.
Asisten pelatih timnas voli putri, Pedro Lilipaly, juga menyampaikan hal senada. “Hasil ini sesuai target, kami bersyukur bisa meraih medali,” katanya.
Kemungkinan Perubahan di Timnas Voli Putri
Meskipun meraih medali perunggu, ada beberapa perubahan yang mungkin terjadi di timnas voli putri. Beberapa pemain senior mungkin akan pensiun atau bergabung dengan klub lain, sementara para pemain muda akan mulai menunjukkan kemampuan mereka. Hal ini memberi ruang bagi generasi baru untuk tampil di ajang internasional.
Selain itu, pelatih timnas akan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan performa tim di masa depan. Dengan pengalaman dari SEA Games 2025, harapan besar terletak pada konsistensi dan peningkatan kualitas permainan di turnamen berikutnya.
Peran Megawati di Timnas dan Proliga
Megawati Hangestri Pertiwi akan menjadi salah satu pemain kunci di kedua ajang tersebut. Dengan pengalaman dan keterampilan yang dimilikinya, ia diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemain muda dan membawa prestasi yang lebih baik lagi.
Meski masih belum jelas tentang kelanjutan kariernya, Megawati tetap menjadi sosok penting dalam dunia voli Indonesia. Dengan kontribusinya di SEA Games 2025 dan potensinya di Proliga 2026, ia bisa menjadi salah satu pemain yang diharapkan mampu membawa timnas dan klubnya meraih prestasi yang lebih tinggi.
Komentar
Kirim Komentar