Lula Siap Temui Trump di KTT ASEAN, Bahas Tarif 50% dan Isu Global

Lula Siap Temui Trump di KTT ASEAN, Bahas Tarif 50% dan Isu Global

Isu politik kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Lula Siap Temui Trump di KTT ASEAN, Bahas Tarif 50% dan Isu Global, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.


aiotrade, JAKARTA - Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, menyampaikan keinginannya untuk bertemu langsung dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dalam penyelenggaraan KTT Asean yang akan berlangsung akhir pekan ini. Pertemuan ini menjadi kesempatan penting bagi Lula untuk menyampaikan pandangan dan menegaskan posisi Brasil terkait beberapa isu yang sedang menjadi perhatian internasional.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Lula mengungkapkan bahwa dirinya sangat tertarik untuk berbicara secara langsung dengan Trump. Ia menyatakan akan membawa beberapa topik pembicaraan yang penting, termasuk tarif tinggi yang diberlakukan AS terhadap produk-produk Brasil. Ia berkomitmen untuk menunjukkan bahwa kebijakan tarif tersebut tidak tepat dan bisa merugikan hubungan bilateral antara kedua negara.

“Saya sangat ingin mengadakan pertemuan ini, membela kepentingan Brasil, dan menunjukkan bahwa terdapat kekeliruan dalam penerapan tarif terhadap Brasil — dan saya ingin membuktikannya dengan data,” ujarnya dalam konferensi pers yang diadakan setelah pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal Asean, Kao Kim Hourn, di Sekretariat Asean, Jakarta, pada Jumat (24/10/2025).

Selain tarif, Lula juga menyebutkan bahwa topik-topik lain yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi sanksi AS terhadap sejumlah hakim Mahkamah Agung Brasil, situasi di Gaza, Ukraina, dan Venezuela, serta isu tentang mineral kritis (critical minerals). Ia menegaskan bahwa pertemuan ini akan bersifat terbuka tanpa batasan topik apa pun.

“Tidak ada veto terhadap topik apa pun. Ini akan menjadi pertemuan bebas di mana kami bisa mengatakan apa pun yang kami inginkan, dan mendengar apa pun yang perlu kami dengar. Saya yakin pertemuan ini akan baik untuk AS, dan juga baik untuk Brasil,” tambahnya.

Sebagai informasi, AS telah menetapkan tarif 50% untuk sebagian besar produk asal Brasil. Namun, beberapa sektor strategis seperti pesawat, energi, dan jus jeruk dikecualikan dari penerapan tarif tersebut guna mengurangi dampaknya terhadap industri utama Brasil.

Dalam lembar fakta yang dirilis Gedung Putih, tarif tersebut dikaitkan langsung dengan proses hukum terhadap mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, yang saat ini menjalani persidangan atas tuduhan persekongkolan untuk melakukan kudeta usai kekalahan dalam pemilu 2022.

Meskipun menetapkan tarif 50%, perintah eksekutif Trump mengecualikan puluhan komoditas ekspor utama Brasil ke AS, termasuk pesawat sipil, besi kasar, logam mulia, bubur kayu, produk energi, dan pupuk. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan tarif tersebut tidak sepenuhnya mencakup seluruh sektor ekonomi Brasil, tetapi tetap menjadi isu yang memerlukan penyelesaian melalui dialog langsung antara kedua negara.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar