
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Lima Pasaran Agung dalam Tradisi Jawa
Dalam kebijaksanaan kuno Jawa, setiap hari dan pasaran bukan sekadar hitungan waktu, melainkan denyut energi semesta yang berputar bersama nasib manusia. Di dalamnya tersimpan rahasia tentang rezeki, keberuntungan, dan keseimbangan batin yang membentuk perjalanan hidup seseorang.
Menurut penjelasan dari berbagai sumber, lima pasaran agung — Kliwon, Pahing, Pon, Wage, dan Legi — tengah berada dalam gelombang rezeki besar yang mengalir dari segala penjuru. Masing-masing membawa segel spiritual yang berbeda, namun semuanya terhubung dalam satu kesatuan harmoni alam raya.
1. Pasaran Legi – Sang Penunjuk Jalan, Pemegang Cakra Langit
Pasaran Legi memiliki neptu 5 dan dikenal sebagai pemegang Cakra Langit yang berelemen kayu dan udara. Energi Legi disimbolkan dengan warna aura putih, tanda kesucian dan kepekaan spiritual. Mereka yang lahir di bawah naungan Legi cenderung optimis, lembut, dan penuh keinginan besar untuk tumbuh.
Dalam Primbon Jawa, Legi dikuasai arah Timur, tempat matahari terbit, lambang dari awal kebangkitan dan pencerahan. Namun keinginan besar Legi bisa menjadi pisau bermata dua — dapat membawa kejayaan jika disalurkan dengan disiplin dan ilmu, tetapi bisa menjadi sumber kegelisahan bila tak terkendali. Mereka dituntut untuk terus belajar dan menjadi penuntun bagi sesama. Dalam dirinya tersimpan energi pemimpin rohani, yang bisa menuntun pasaran lain menuju terang kehidupan.
2. Pasaran Pahing – Api Kehidupan, Sang Penumbuh Kemakmuran
Pahing, dengan neptu 9, merupakan pemegang Cakra Jantung Langit dan berelemen api, simbol semangat, cinta, dan kreativitas. Pasaran ini disebut sebagai pasarannya para seniman, karena orang Pahing cenderung peka terhadap keindahan dan penuh kasih.
Malaikat pelindungnya adalah pembawa kemakmuran bagi seluruh makhluk. Maka tak heran jika pasaran ini sering dikaitkan dengan kelimpahan rezeki dan keberuntungan besar. Namun api yang menyala juga membawa tantangan — orang Pahing mudah terbakar emosi, agresif dan sulit dikendalikan. Untuk itulah mereka membutuhkan keseimbangan melalui ilmu dan cinta sejati.
Ketika energi api Pahing diarahkan untuk memberi dan menumbuhkan, mereka akan menjadi penerang kehidupan banyak orang, dan rezeki mereka akan mengalir tanpa batas dari segala arah.
3. Pasaran Pon – Kekuatan Tegas dan Tak Tergoyahkan
Pon dikenal dengan neptu 7 dan menjadi pemegang Cakra Dasar Langit, berelemen logam, melambangkan kekuatan, ketegasan, dan kestabilan. Energi Pon duduk di arah Barat, tempat matahari tenggelam — simbol introspeksi dan pengendalian diri.
Mereka yang lahir pada pasaran ini memiliki watak tegas, disiplin, dan pekerja keras. Namun di balik itu, pasaran Pon juga menyimpan kelemahan pada sisi asmara; hati mereka keras, tetapi mudah rapuh bila menyangkut cinta. Dalam sistem kosmis Jawa, Pon dikuatkan oleh Kliwon, sang pemegang Cakra Mahkota Langit. Jika seorang Pon mau membuka diri terhadap pelajaran spiritual, mereka akan tumbuh menjadi pemimpin yang kuat lahir batin, karena keseimbangan logam dan tanah menciptakan keteguhan serta rezeki yang mengakar kuat di bumi.
4. Pasaran Wage – Sang Penjaga Ilmu dan Pengendali Alam Batin
Wage memiliki neptu 4 dan memegang Cakra Ajna Langit, wadah dari ilmu pengetahuan dan intuisi tinggi. Berelemen air, Wage berada di arah Utara, simbol ketenangan dan kebijaksanaan. Mereka yang lahir di bawah Wage dikenal cerdas, analitik, dan visioner — mereka adalah pengendali yang sejati. Malaikat pelindung Wage adalah Jibril, penyampai wahyu dan pembawa ilmu dari langit.
Rahasia rezeki orang Wage terletak pada akal dan laku spiritual. Mereka bisa menjadi pengendali hebat jika ilmunya disinari oleh cahaya batin, namun bisa menjadi liar bila kehilangan arah spiritualitas. Ketika Wage seimbang antara logika dan nurani, hidupnya akan dikelilingi kebijaksanaan, kedamaian, dan keberlimpahan yang mengalir seperti air yang tak pernah kering.
5. Pasaran Kliwon – Mahkota Langit dan Titik Pusat Segala Energi
Kliwon adalah puncak dari semua pasaran, pemegang Cakra Mahkota Langit dengan elemen tanah. Ia menjadi pancer, pusat dari perputaran energi semesta. Orang yang lahir di bawah Kliwon memiliki potensi besar untuk menjadi perantara wahyu, karena dirinya menyerap kekuatan dari keempat pasaran lainnya:
- Kepemimpinan dari Pon,
- Optimisme dari Legi,
- Cinta dari Pahing, dan
- Ilmu dari Wage.
Namun bila tidak seimbang, Kliwon bisa menjadi keras kepala dan sulit dinasihati. Rahasia terbesar dari pasaran ini terletak pada cinta kasih dan kerendahan hati. Saat cinta itu diterapkan untuk mencintai sesama makhluk Tuhan, seluruh potensi Kliwon akan terbuka — membawa kemuliaan, kehormatan, dan rezeki agung yang tak tertandingi.
Lima Jalan Menuju Pintu Rezeki Semesta
Kelima pasaran ini — Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon — merupakan lima pilar energi spiritual Jawa yang membentuk keseimbangan antara langit dan bumi. Masing-masing membawa kekuatan unik yang, bila dijalani dengan kesadaran dan cinta kasih, akan membuka jalan menuju kemakmuran sejati. Namun seperti pesan dari berbagai sumber, semua ini hanyalah panduan spiritual; sejatinya, rezeki dan nasib tetap berada di tangan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Karena itulah, kunci utama dari setiap weton bukanlah sekadar hitungan neptu, melainkan ketulusan hati dalam menjalani hidup dan berbagi cinta pada sesama.
Komentar
Kirim Komentar