Latar Belakang Tepuk Sakinah, Ini Rahasianya

Latar Belakang Tepuk Sakinah, Ini Rahasianya

Informasi terkini hadir untuk Anda. Mengenai Latar Belakang Tepuk Sakinah, Ini Rahasianya, berikut adalah fakta yang berhasil kami rangkum dari lapangan.
Latar Belakang Tepuk Sakinah, Ini Rahasianya

Inisiatif Tepuk Sakinah untuk Membangun Keluarga yang Harmonis

Tepuk Sakinah merupakan inisiatif yang lahir dari keinginan untuk mengajak masyarakat membangun keluarga yang harmonis dan penuh kedamaian. Gerakan ini juga bertujuan sebagai sarana edukatif untuk menghadapi tren media sosial yang sering kali memandang pernikahan secara negatif.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Latar Belakang Tepuk Sakinah

Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid atau lebih dikenal dengan Alissa Wahid, menjelaskan latar belakang lahirnya Tepuk Sakinah. Ia menyampaikan bahwa gerakan ini diadopsi oleh Kantor Urusan Agama (KUA) kepada calon pengantin sebagai bagian dari pendidikan perkawinan.

Alissa mengungkapkan bahwa Tepuk Sakinah berawal dari pertanyaan tentang bagaimana membentuk keluarga sakinah yang sehat dan bermanfaat bagi semua anggotanya. Dari situ, lima pilar penting dalam perkawinan sakinah terbentuk, yaitu mawaddah dan rahmah, berpasangan, janji yang kokoh, saling cinta dan menjaga, serta musyawarah.

Lima Pilar Perkawinan Sakinah

Menurut Alissa, banyak perkawinan gagal karena tidak kuat pada lima pilar tersebut. Ia menekankan bahwa ijab kabul adalah janji yang disaksikan oleh Allah, sehingga ketika cinta memudar, pasangan harus tetap menjaga janji tersebut.

“Janji itu adalah mitsaqan ghaliza, yakni janji yang kokoh,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa nilai-nilai dalam Tepuk Sakinah perlu ditanamkan sejak remaja agar mereka memahami makna sakinah sebelum memasuki pernikahan.

Tepuk Sakinah sebagai Edukasi di Media Sosial

Alissa juga menjelaskan bahwa Tepuk Sakinah menjadi sarana edukatif untuk menghadapi tren media sosial yang sering kali memandang pernikahan secara negatif. Banyak orang kini merasa takut menikah karena trauma atau melihat banyak perceraian.

Namun, ia menegaskan bahwa jika lima pilar dalam Tepuk Sakinah dijaga, insyaallah perkawinan akan membawa kedamaian dan rahmah. Hal ini bisa menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa pernikahan bukan sekadar hubungan romantis, tapi juga komitmen yang kuat.

Konsep Berpasangan dalam Al-Qur’an

Pendakwah Habib Husein bin Ja’far Al-Hadar menjelaskan konsep berpasangan dalam Al-Qur’an sebagai nilai universal. Ia menyatakan bahwa manusia tidak diciptakan untuk hidup sendiri. Bahkan, konsep azwajan dalam Al-Qur’an mengajarkan bahwa kehidupan sosial manusia dibangun atas dasar saling membutuhkan.

“Kita itu enggak bisa hidup sendirian. Bahkan tukang cukur saja butuh tukang cukur lain untuk mencukur rambutnya. Itu artinya kita memang harus berpasangan, saling bantu, dan saling belajar,” katanya.

Habib Ja’far juga menekankan pentingnya kolaborasi dan gotong royong dalam kehidupan sosial. Ia menyarankan bahwa jika temannya beda agama, bekerjasalah dalam kebaikan. Jika satu agama, bekerjasalah dalam ketakwaan.

Langkah Kementerian Agama dalam Perlindungan Keluarga

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Keluarga Sakinah, Kemenag RI, Zudi Rahmanto, menegaskan bahwa Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (Gas) merupakan langkah konkret Kementerian Agama untuk memperkuat perlindungan hukum bagi keluarga Indonesia.

Ia menekankan bahwa pernikahan yang tercatat tidak hanya sah secara hukum negara, tetapi juga menjamin perlindungan bagi perempuan dan anak. Kesiapan menikah bukan soal usia, tapi kematangan tanggung jawab.

Zudi menambahkan bahwa isu pencegahan pernikahan anak kini menjadi bagian penting dalam pembangunan beragama yang maslahat. Melalui kerja sama dengan madrasah, pesantren, dan komunitas pelajar, Kemenag terus memperkuat bimbingan perkawinan (Bimwin) dan literasi keluarga.


Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Latar Belakang Tepuk Sakinah, Ini Rahasianya. Semoga menambah wawasan Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar