Laporan Riset 2025: ChatGPT hingga Gemini Sering Salah Sampaikan Fakta

Laporan Riset 2025: ChatGPT hingga Gemini Sering Salah Sampaikan Fakta

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Laporan Riset 2025: ChatGPT hingga Gemini Sering Salah Sampaikan Fakta yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
Laporan Riset 2025: ChatGPT hingga Gemini Sering Salah Sampaikan Fakta

Penelitian Mengungkap Kekurangan dalam Tanggapan Aplikasi Kecerdasan Buatan

Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Uni Eropa untuk Penyiaran (European Broadcasting Union/EBU) bersama BBC menunjukkan bahwa aplikasi kecerdasan buatan (AI) terkemuka memiliki penyimpangan dalam hampir setengah dari tanggapan yang diberikan terkait konten berita. Penelitian ini melibatkan 3.000 tanggapan dari sejumlah asisten berbasis AI, yang dirancang untuk memahami bahasa alami dan membantu pengguna menyelesaikan berbagai tugas. Evaluasi dilakukan terhadap 14 bahasa, dengan fokus pada aspek akurasi, sumber informasi, serta kemampuan membedakan antara opini dan fakta.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Beberapa aplikasi yang menjadi objek penelitian mencakup ChatGPT, Copilot, Gemini, dan Perplexity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45 persen dari tanggapan AI mengandung setidaknya satu kesalahan besar, sementara 81 persen lainnya memiliki bentuk kesalahan tertentu. Dalam laporan tersebut, pihak Reuters menyatakan bahwa mereka telah menghubungi perusahaan terkait untuk memperoleh tanggapan resmi atas hasil temuan tersebut.

Sebelumnya, OpenAI dan Microsoft menyatakan bahwa upaya perbaikan sedang dilakukan guna mengatasi fenomena yang dikenal sebagai hallucination, yakni kondisi ketika model AI menghasilkan informasi keliru atau menyesatkan akibat keterbatasan data pelatihan. Sementara itu, Perplexity menyebut melalui situs resminya bahwa salah satu mode pencariannya memiliki tingkat akurasi faktual mencapai 93,9 persen.

Kesalahan Sumber Informasi dan Akurasi

Dalam hasil penelitian, sekitar sepertiga tanggapan asisten AI teridentifikasi memiliki kesalahan serius dalam sumber rujukan, termasuk kutipan yang hilang, keliru, atau tidak relevan. Disebutkan bahwa 72 persen tanggapan Gemini (produk AI dari Google) mengandung kesalahan besar pada sumber informasi, dibandingkan dengan kurang dari 25 persen pada asisten lainnya. Selain itu, 20 persen dari seluruh tanggapan menunjukkan ketidakakuratan faktual, termasuk penggunaan data lama.

Salah satu contoh yang diangkat ialah pernyataan keliru Gemini mengenai perubahan hukum terkait rokok elektrik sekali pakai, serta kesalahan ChatGPT yang masih menyebut Paus Fransiskus sebagai pemimpin Gereja Katolik beberapa bulan setelah diberitakan meninggal.

Keterlibatan Lembaga dan Implikasi Publik

Penelitian ini diikuti oleh 22 lembaga penyiaran publik dari 18 negara, termasuk Prancis, Jerman, Spanyol, Ukraina, Inggris, dan Amerika Serikat. EBU memperingatkan bahwa dengan meningkatnya peran asisten AI sebagai pengganti mesin pencari berita tradisional, kepercayaan publik terhadap informasi daring berpotensi menurun.

Dalam pernyataannya, Jean Philip De Tender, Direktur Media EBU, menegaskan bahwa ketika masyarakat tidak dapat lagi menentukan sumber yang layak dipercaya, rasa percaya dapat menghilang sepenuhnya, dan kondisi tersebut berpotensi menghambat partisipasi demokratis.

Sementara itu, Laporan Berita Digital 2025 dari Reuters Institute menunjukkan bahwa 7 persen pengguna berita daring serta 15 persen dari kelompok usia di bawah 25 tahun memperoleh berita melalui asisten AI. Melalui hasil penelitian ini, perusahaan pengembang kecerdasan buatan didorong untuk meningkatkan akuntabilitas serta memperbaiki mekanisme respons terhadap permintaan informasi yang berkaitan dengan berita aktual.


Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar