AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kedatangan Ketua DEN ke AS untuk Memperkuat Kerja Sama Ekonomi
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan ke Washington DC, Amerika Serikat (AS), dalam rangka menjajaki peluang kerja sama dan investasi antara Indonesia dan AS. Pertemuan ini dilakukan dengan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, yang berlangsung dalam suasana hangat dan produktif. Hal ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan ekonomi secara berkelanjutan.
Luhut menyampaikan bahwa kemitraan yang kuat tidak hanya lahir dari kesamaan kepentingan, tetapi juga dari kemauan untuk mencari keseimbangan. Dengan demikian, akan tercipta stabilitas jangka panjang dalam hubungan perdagangan dan ekonomi bilateral antara Indonesia dan AS.
Fokus pada Kolaborasi di Sektor Strategis
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi ekonomi strategis, termasuk di sektor energi, manufaktur, dan teknologi tinggi. Bidang-bidang ini dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat rantai pasok global. Selain itu, topik utama yang dibahas adalah kelanjutan negosiasi kesepakatan tarif resiprokal atau Reciprocal Tariff Agreement antara Indonesia dan AS.
Menurut Luhut, meskipun masih ada beberapa aspek teknis yang perlu difinalisasi, arah pembicaraan tetap konstruktif dan didasarkan pada prinsip saling menguntungkan. Pertemuan ini juga menjadi wujud nyata dari diplomasi ekonomi Indonesia yang menekankan pentingnya membangun hubungan internasional berbasis kepercayaan, keterbukaan, dan visi jangka panjang. Hal ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
Tantangan dalam Negosiasi Tarif
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa penutupan sementara pemerintahan AS atau US government shutdown menghambat proses negosiasi tarif antara Indonesia dan AS. Saat ini, proses negosiasi tarif kedua negara untuk sejumlah komoditas strategis asal Indonesia masih terhenti akibat kebijakan shutdown tersebut.
Meski demikian, Airlangga menyatakan akan segera berkomunikasi dengan pihak Kantor Perwakilan Dagang AS atau United States Trade Representative (USTR) untuk meminta kejelasan terkait kelanjutan negosiasi. Dalam perundingan tersebut, Pemerintah Indonesia menargetkan agar sejumlah komoditas unggulannya terbebas dari tarif impor 19 persen yang diberlakukan AS.
Komoditas Prioritas dalam Negosiasi
Airlangga menyebutkan sejumlah komoditas yang menjadi prioritas utama dalam negosiasi, seperti kelapa sawit, karet, dan kakao. Pemerintah Indonesia berharap dapat mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dan mendukung pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Komentar
Kirim Komentar