Kontribusi Unit Link Terhadap Premi Asuransi Jiwa Menurun, OJK Ungkap Penyebabnya

Kontribusi Unit Link Terhadap Premi Asuransi Jiwa Menurun, OJK Ungkap Penyebabnya

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Kontribusi Unit Link Terhadap Premi Asuransi Jiwa Menurun, OJK Ungkap Penyebabnya menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Perkembangan Produk Asuransi Unit Link di Indonesia

Pertumbuhan premi asuransi jiwa di Indonesia terus mengalami perubahan, terutama dalam kontribusi produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau unit link. Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kontribusi unit link terhadap total premi asuransi jiwa mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Kinerja Premi Unit Link

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono menyatakan bahwa produk asuransi jiwa tradisional masih menjadi penopang utama pertumbuhan premi industri. Sementara itu, kinerja premi unit link saat ini berada dalam fase penyesuaian menuju pertumbuhan yang lebih moderat.

Data terbaru menunjukkan bahwa kontribusi unit link terhadap total premi asuransi jiwa sebesar 23,46 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan akhir 2024, ketika kontribusi unit link mencapai sekitar 28 persen dari total premi asuransi jiwa. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor struktural, seperti penguatan perlindungan konsumen, peningkatan transparansi produk, serta meningkatnya kehati-hatian masyarakat dalam memilih produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi.

Kinerja Klaim Unit Link

Selain dari sisi premi, OJK juga mencermati kinerja unit link dari sisi klaim. Hingga periode laporan terakhir, klaim unit link tercatat mencapai sekitar 40,59 persen dari total klaim asuransi jiwa. Angka ini mencerminkan karakteristik produk berbasis investasi dan sensitivitasnya terhadap dinamika pasar keuangan.

Menurut Ogi, penurunan kontribusi unit link menunjukkan bahwa produk ini tengah berada pada rentang ekuilibrium baru dengan pertumbuhan yang lebih moderat dan berorientasi pada kualitas.

Langkah OJK untuk Meningkatkan Kinerja Unit Link

Ke depan, OJK mendorong industri asuransi jiwa untuk terus memperbaiki kinerja unit link melalui penguatan desain produk yang lebih sederhana dan sesuai dengan kebutuhan nasabah, serta peningkatan kualitas pemasaran dan literasi keuangan. Selain itu, OJK juga mendorong pengelolaan investasi yang lebih prudent, serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko sehingga unit link dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

Sejarah dan Karakteristik Unit Link

Sebagai informasi, produk asuransi unit link sempat menjadi buah bibir masyarakat sekitar tahun 2021. Banyak nasabah ramai-ramai menutup polis karena merasa tidak puas dengan hasil investasi. Padahal, unit link adalah jenis asuransi yang mengombinasikan dua produk, yakni asuransi dan produk investasi. Dengan demikian, unit link memberi manfaat perlindungan sekaligus investasi.

Selayaknya produk investasi lain, unit link juga tidak terbebas dari risiko penurunan nilai investasi. Risiko ini sering kali tidak dipahami oleh nasabah, sehingga mereka merasa dibohongi oleh perusahaan asuransi.

Perbandingan Premi Asuransi Tradisional dan Unit Link

Setelah itu, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan bahwa proporsi premi asuransi tradisional telah melampaui unit link. Pada Juni 2023, premi asuransi tradisional mendominasi keseluruhan premi industri dengan persentase 50,6 persen. Sementara premi unit link dalam beberapa tahun terakhir tengah mengalami penurunan.

Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI, menyatakan bahwa untuk pertama kalinya setelah sekian tahun, unit link tidak lagi menjadi produk utama industri ini. Seperti yang diungkapkan dalam Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Semester I-2023, asuransi tradisional mulai mengambil alih dominasi.

Data Premi Unit Link dan Tradisional

Sebagai gambaran, premi unit link memang terus mengalami penurunan. Per semester I-2023, industri asuransi jiwa mengumpulkan premi produk tradisional sebesar Rp 43,67 triliun. Angka tersebut tumbuh 12 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 38,97 triliun.

Di sisi lain, premi unit link tercatat sebesar Rp 42,56 triliun sampai Juni 2023. Angka ini turun 24,9 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 56,71 triliun. Proporsi premi produk unit link memang terus menurun. Pada akhir 2022, premi unit link masih mendominasi dengan 57,7 persen dari total pendapatan premi. Bahkan pada akhir 2021, pendapatan premi unit link mendominasi sekitar 62,9 persen dari keseluruhan premi yang dikumpulkan industri.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Kontribusi Unit Link Terhadap Premi Asuransi Jiwa Menurun, OJK Ungkap Penyebabnya ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar