KLH Minta Pengelola Kawasan Tangsel Kelola Sampah Mandiri

KLH Minta Pengelola Kawasan Tangsel Kelola Sampah Mandiri

Jagat maya sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik KLH Minta Pengelola Kawasan Tangsel Kelola Sampah Mandiri. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Tantangan Pengelolaan Sampah di Kota Tangerang Selatan

Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Penutupan sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang menyebabkan peningkatan jumlah timbulan sampah harian hingga mencapai 1.200 ton per hari. Situasi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya penumpukan sampah yang bisa mengganggu estetika dan kesehatan lingkungan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama Pemkot Tangerang Selatan melakukan sosialisasi Kepmen LH/Kepala BPLH Nomor 2648 Tahun 2025. Sosialisasi dilakukan pada Senin (29/12), sebagai bagian dari upaya revolusi tata kelola sampah di berbagai kawasan, termasuk komersial hingga industri.

Aturan baru ini dianggap menjadi perubahan paradigma besar dalam pengelolaan sampah. Sebelumnya, tanggung jawab pengelolaan sampah sepenuhnya menjadi beban pemerintah daerah. Namun, dengan aturan ini, pengelola mal, apartemen, pasar, hingga kawasan industri wajib memenuhi kewajiban mutlak dalam pengelolaan sampah.

Upaya ini dilakukan karena sistem pengangkutan dan pembuangan sampah Tangsel sedang mengalami disrupsi akibat penutupan TPA Cipeucang. Hal ini berdampak langsung pada kondisi lingkungan di berbagai sudut kota. Menurut Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjahjo, intervensi di tingkat hulu menjadi sangat penting untuk mencegah dampak negatif lebih lanjut.

Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLH/BPLH, Agus Rusly, menegaskan bahwa UU 18/2008 melarang keras pengelola kawasan untuk melepas tanggung jawab pengelolaan sampah kepada pemerintah daerah. Ia menekankan perlunya strategi pengendalian sampah yang dimulai dari akar masalah, seperti pengaturan sistem pengadaan barang yang minim limbah dan penyiapan proses bisnis kawasan yang mendukung ekonomi sirkular.

Solusi pengurangan sampah harus terintegrasi dalam dokumen persetujuan lingkungan, seperti AMDAL atau UKL-UPL. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak lagi menjadi pelengkap, tetapi menjadi bagian utama dari operasional bisnis.

KLH/BPLH memastikan aturan ini akan diterapkan dengan pengawasan ketat. Hal ini diperlukan agar pelaku usaha patuh pada komitmennya dalam dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup. Jika pengelola kawasan tidak tertib mengelola sampah, maka konsekuensi hukum berdasarkan persetujuan lingkungan akan dijatuhkan.

Langkah-Langkah Penting dalam Pengelolaan Sampah

  • Peningkatan Kesadaran Masyarakat: Edukasi dan sosialisasi penting dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri.
  • Penerapan Teknologi: Pemanfaatan teknologi seperti daur ulang dan pengolahan sampah menjadi energi dapat membantu mengurangi volume sampah.
  • Kerja Sama Antar Stakeholder: Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan.
  • Pengawasan Ketat: Pemerintah harus memberikan pengawasan yang ketat agar semua pihak mematuhi aturan yang telah ditetapkan.
  • Pengembangan Ekonomi Sirkular: Fokus pada penggunaan sumber daya secara efisien dan pengurangan limbah akan menjadi fondasi dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Tangsel dapat mengatasi masalah sampah secara efektif dan berkelanjutan. Keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci sukses dalam menghadapi tantangan ini.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar