
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Penangkapan 9 Pelaku Penculikan dan Penyekapan di Tangerang Selatan
Kepolisian Daerah Metro Jaya telah berhasil menangkap sembilan orang yang terlibat dalam kejahatan penculikan, penyekapan, dan penganiayaan yang terjadi di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Dalam peristiwa ini, seorang pasangan suami istri beserta dua orang rekannya menjadi korban.
Komisaris Kadek Dwi, Kepala Unit 3 Sub-Direktorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa para pelaku baru pertama kali melakukan tindakan kriminal ini. "Ini adalah perkara pertama kali mereka melakukan hal ini," ujarnya dalam pernyataannya pada Jumat, 17 Oktober 2025.
Menurut Kadek, kejadian ini dimulai dari pelaku utama berinisial MAM. Saat itu, MAM mengaku kesulitan mencari mobilnya yang hilang setelah dijual ke N melalui sistem overkredit. Ia kemudian meminta bantuan kepada beberapa orang lainnya. "Banyak dari pelaku lainnya tidak tahu apa-apa, hanya ikut-ikutan tanpa menyangka ada tindakan penculikan dan penyekapan," tambah Kadek.
MAM merasa kesal dengan N karena tiba-tiba menghilang setelah menerima overkredit mobil dari MAM. N telah membayar biaya overkredit sebesar Rp 75 juta, namun masih memiliki utang sekitar Rp 400 juta. Setelah itu, MAM menculik N dan menyekapnya selama kurang lebih tiga minggu. Selama masa penyekapan, N diinterogasi oleh MAM hingga akhirnya mengakui bahwa ia tidak bisa membayar dan sudah menjual mobil tersebut ke I.
Karena ingin mengetahui keberadaan mobilnya, MAM kemudian memutuskan untuk juga menculik I. N ditugaskan untuk memancing I agar bertemu di sebuah angkringan di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ketika itu, I datang bersama istrinya DJ serta dua rekannya, NA dan AAM, dan langsung diculik. Mereka dibawa oleh N bersama beberapa tersangka lainnya ke rumah milik tersangka MA dan disekap selama beberapa hari.
Polisi telah menangkap sembilan orang pelaku aksi penculikan dan penyekapan ini. Mereka adalah MAM (41 tahun), N (52 tahun), VS (33 tahun), HJE (25 tahun), S (35 tahun), APN (25 tahun), Z (34 tahun), I, dan MA (39 tahun).
Peristiwa penyekapan dan penyiksaan yang dilakukan oleh para pelaku viral di media sosial. Dalam video yang beredar, ketiga pria yang menjadi korban penyiksaan duduk berbaris di sebuah ruangan. Mereka terlihat saling mengoleskan balsem di punggung mereka yang dipenuhi luka diduga akibat bekas penganiayaan. Sementara itu, terlihat dua orang yang mengawasi para korban dengan menenteng benda seperti rotan.
Fakta-Fakta Terkait Kasus Ini
-
Motif Kejahatan
Motif utama dari kejahatan ini adalah masalah keuangan. MAM merasa kesal karena N tidak dapat membayar utang overkredit mobil yang telah ia jual. Hal ini memicu tindakan penculikan dan penyekapan. -
Proses Penangkapan
Para pelaku berhasil ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan intensif. Penangkapan dilakukan di berbagai lokasi yang dianggap sebagai tempat penyekapan dan kegiatan kriminal. -
Dampak Media Sosial
Video penyiksaan yang viral di media sosial memicu reaksi publik dan meningkatkan tekanan pada aparat kepolisian untuk segera menangani kasus ini. -
Korban dan Pelaku
Korban terdiri dari tiga pria, termasuk seorang pasangan suami istri. Sedangkan para pelaku terdiri dari sembilan orang dengan berbagai latar belakang dan peran berbeda dalam kejahatan ini. -
Tindakan Hukum
Para tersangka kini sedang menjalani proses hukum di lembaga penegak hukum. Polisi akan menuntut para pelaku sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Komentar
Kirim Komentar