Pertumbuhan Ekonomi Kepri yang Menggembirakan
Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada tahun 2025 menunjukkan kinerja yang sangat menggembirakan, meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan dan dinamika global. Pada triwulan III 2025, ekonomi Kepri tumbuh sebesar 7,48% secara tahunan (yoy), jauh di atas capaian nasional yang hanya sebesar 5,04% (yoy). Pertumbuhan ini juga lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, sehingga membuat pertumbuhan ekonomi Kepri menjadi yang tertinggi se-Sumatera dan ketiga terbaik se-Nasional.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Rony Widijiarto P, menyampaikan bahwa perekonomian Kepri masih didukung oleh beberapa sektor utama, antara lain industri pengolahan, pertambangan, konstruksi, serta perdagangan. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Kepri terutama didorong oleh kinerja investasi, net ekspor, serta konsumsi rumah tangga.
Selain itu, inflasi di Kepri tetap terjaga stabil dalam rentang sasaran 2,5–1%. Pada November 2025, Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kepri mengalami inflasi sebesar 0,23% (mtm) atau 2,31% (ytd). Stabilitas inflasi ini mencerminkan efektivitas implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Kepri melalui strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, serta komunikasi yang efektif.
Peran Intermediasi Perbankan
Peran intermediasi perbankan juga turut mendukung perekonomian Kepri. Perkembangan kredit, aset, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) terus tumbuh meskipun rasio Non-Performing Loan (NPL) tetap rendah. Hal ini menjaga stabilitas sistem keuangan di Kepri.
Indikator kesejahteraan masyarakat Kepri juga menunjukkan peningkatan, seperti penurunan tingkat kemiskinan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Namun, ada beberapa indikator yang perlu diperhatikan, seperti Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan gini rasio yang mengalami peningkatan. Selain itu, sistem pembayaran dan ekosistem digitalisasi keuangan terus diperkuat.
Kegiatan untuk Mendukung UMKM
Untuk mendukung sistem pembayaran tunai, BI Kepri memastikan ketersediaan Uang Layak Edar (ULE) selama momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kegiatan Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Dama SERUNAI) 2025 berhasil mencatatkan total nominal penukaran sebesar Rp2,01 Miliar.
Pada tahun 2025, BI Kepri juga berkontribusi dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui tiga pilar utama: korporatisasi, kapasitas, dan pembiayaan. Beberapa event strategis dilakukan untuk mendukung pengembangan UMKM dan digitalisasi sistem pembayaran.
Event-event Strategis
-
Gebyar Melayu Pesisir (GMP):
Kegiatan ini berhasil menghasilkan komitmen ekspor sebesar Rp1,4 miliar dari 24 UMKM. Penjualan UMKM mencapai Rp12,85 miliar, meningkat dari tahun 2024 sebesar Rp12,32 miliar. Selain itu, terdapat kesepakatan pembiayaan UMKM sebesar Rp3,25 miliar yang belum pernah terjadi sebelumnya. -
Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA):
Kegiatan ini bekerja sama dengan pemerintdaan daerah dan KDEKS Kepri. Penjualan UMKM mencapai lebih dari Rp2,7 miliar, sedangkan pembiayaan mencapai Rp2,19 miliar, meningkat signifikan dari Rp1 miliar pada tahun 2024. Pengumpulan wakaf digital mencapai Rp50,15 juta, serta peningkatan literasi keuangan syariah. -
Creative and Innovative Riau Island Carnival (CERNIVAL):
Kegiatan ini berhasil mencatatkan jumlah pengunjung lebih dari 4.700 orang, dengan total volume transaksi QRIS mencapai 140.026 transaksi. Nominal transaksi UMKM mencapai Rp253,6 juta selama 3 hari kegiatan, meningkat signifikan dari CERNIVAL sebelumnya tahun 2023 yang hanya mencapai 27.682 transaksi atau naik lebih dari 400%. -
Bersama Rayakan Festival Digital Kepulauan Riau (BERLAYAR):
Kegiatan ini dilaksanakan di Pulau Belakang ‘adang, wilayah terluar yang berbatasan langsung dengan Singapura. Dengan konsep festival rakyat, kegiatan ini berhasil mencatatkan volume QRIS sebesar 49.076 transaksi selama 2 hari pelaksanaan kegiatan.
Komentar
Kirim Komentar