Kenali REEV: Mobil Baterai dan Mesin, Bukan PHEV

Kenali REEV: Mobil Baterai dan Mesin, Bukan PHEV

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Kenali REEV: Mobil Baterai dan Mesin, Bukan PHEV yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Teknologi REEV yang Akan Hadir di Indonesia

Changan Indonesia rencananya akan memperkenalkan mobil dengan teknnologi REEV (Range Extended Electric Vehicle) pada Semester II 2026. Dugaan kuat mengarah pada model Deepal S05 REEV, yang telah diluncurkan di Thailand. SUV ini memiliki desain futuristis dan dilengkapi baterai berkapasitas 27 kWh serta mesin 1.500cc yang berfungsi sebagai generator.

Dalam kondisi murni listrik, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 170 km (berdasarkan standar NEDC). Namun, ketika digunakan bersamaan dengan bensin dan tangki penuh (45 liter), jarak tempuhnya bisa mencapai 1.000 km. Hal ini membuat mobil ini sangat cocok untuk pengguna yang sering melakukan perjalanan jarak jauh tanpa khawatir kehabisan daya.

Perbedaan antara REEV dan PHEV

Meskipun keduanya dapat diisi daya melalui SPKLU dan diisi bensin di SPBU, terdapat perbedaan signifikan antara REEV dan PHEV. Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia menjelaskan bahwa perbedaan utamanya terletak pada sumber tenaga yang menggerakkan roda.

"REEV menggunakan motor listrik sepenuhnya dari baterai untuk menggerakkan roda. Fungsi mesin hanya untuk mengisi baterai," ujar Setiawan saat berada di Chongqing, Jumat (24/10/2025).

Sementara itu, PHEV memiliki kemampuan untuk menggerakkan roda baik melalui baterai maupun mesin. Jika baterai habis, sebagian besar tenaga penggerak berasal dari mesin. Hal ini berbeda dengan REEV yang selalu mengandalkan motor listrik.

Kapasitas Baterai yang Lebih Besar

Secara umum, REEV memiliki kapasitas baterai yang lebih besar dibandingkan PHEV. Contohnya, Deepal S05 REEV memiliki kapasitas baterai sebesar 27 kWh, sedangkan model PHEV seperti Chery Tiggo 8 CSH hanya memiliki kapasitas sekitar 18 kWh.

Perbedaan ini memberikan keuntungan tersendiri bagi pengguna. Dengan baterai yang lebih besar, REEV dapat memberikan performa yang lebih dekat dengan mobil listrik murni (EV) tanpa harus khawatir kehabisan daya. Ini menjadi pilihan baru yang menarik bagi konsumen yang ingin memiliki mobil dengan performa EV tetapi tetap nyaman dalam perjalanan jarak jauh.

Keuntungan Menggunakan REEV

Hadirnya REEV di Indonesia bisa menjadi alternatif yang sangat menarik bagi para penggemar mobil listrik. Kombinasi antara baterai yang cukup besar dan mesin pembangkit listrik memberikan fleksibilitas dalam penggunaan. Pengguna tidak perlu khawatir tentang jangkauan baterai karena bisa terus diisi melalui bensin jika diperlukan.

Selain itu, mobil REEV juga dapat memberikan pengalaman berkendara yang lebih halus dan efisien. Motor listrik yang digunakan memberikan akselerasi yang cepat dan responsif, sementara mesin pembangkit hanya berfungsi sebagai penambah daya ketika diperlukan.

Dengan demikian, mobil dengan teknologi REEV diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang ingin memiliki kendaraan ramah lingkungan namun tetap praktis dalam penggunaannya.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar