
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Rencana Pemerintah Membuat Mobil Nasional sebagai Proyek Strategis Nasional
Pemerintah Republik Indonesia telah mengumumkan rencana untuk menjadikan program mobil nasional sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, yang menarik perhatian publik. Dari berbagai kandidat yang muncul, satu nama yang menjadi sorotan adalah Indonesian Indigenous Car (I2C), sebuah kendaraan listrik konsep yang merupakan hasil kolaborasi antara PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) dengan universitas dan desainer lokal.
Dugaan tersebut semakin kuat karena Agus menyebut bahwa calon mobil nasional sebenarnya sudah pernah dipamerkan ke publik melalui ajang pameran otomotif nasional beberapa waktu lalu. Ia mengatakan bahwa mobil nasional yang disampaikan Presiden dalam rapat paripurna kabinet sebenarnya sudah pernah ditampilkan ke publik.
Desain I2C yang Menggambarkan Budaya Nusantara
I2C dirancang sebagai SUV listrik tujuh penumpang yang diklaim sebagai mobil pertama yang sepenuhnya dikembangkan dengan hak kekayaan intelektual (IP) milik Indonesia. Presiden dan CEO TMI, Harsusanto, menjelaskan bahwa desain I2C dibuat dari nol oleh lima desainer Indonesia dengan pendekatan budaya Nusantara. Selain itu, TMI bekerja sama dengan ITB, UI, dan ITS sebagai mitra teknologi.
ItalDesign, rumah desain asal Italia yang dikenal melalui kolaborasinya dengan merek besar seperti Lamborghini dan Volkswagen, hanya memberi masukan teknis serta akses ke database desain global. Arah desain dan identitas kendaraan tetap sepenuhnya dikendalikan oleh tim TMI. Contohnya, bentuk lampu depan mobil yang terinspirasi dari kepakan sayap Garuda dan lampu belakang yang melambangkan bulan Agustus sebagai simbol kemerdekaan Indonesia.
Kesiapan Manufaktur dan Rantai Pasok Lokal
Selain itu, pengembangan I2C juga mempersiapkan kesiapan manufaktur dan rantai pasok lokal. Komponen seperti spion dan lampu disesuaikan agar bisa diproduksi dalam negeri sehingga biaya tetap efisien. Semua desain mempertimbangkan ketersediaan tooling dan supply chain, supaya biaya produksi tidak liar.
Beberapa komponen utama seperti baterai dan motor listrik masih akan dipasok dari vendor global, tapi sistem integrasi, perangkat lunak, dan platform dikembangkan langsung oleh tim TMI. Hal ini memastikan bahwa hak kekayaan intelektual tetap dimiliki Indonesia.
Uji Coba dan Persiapan Produksi Massal
Untuk memastikan kesiapan menuju produksi massal, TMI berencana membuat 40–50 unit purwarupa yang akan diuji tabrak serta disimulasikan secara digital seperti di industri dirgantara. Harsusanto mengatakan bahwa mereka harus yakin dan percaya bahwa dengan dukungan pemerintah seperti Pak Prabowo, semua tantangan dapat diatasi.
TMI menargetkan produksi massal I2C dimulai pada akhir 2027 atau awal 2028, dengan harga di bawah Rp 500 juta. Ini menunjukkan komitmen TMI untuk menghadirkan mobil nasional yang tidak hanya tangguh dalam teknologi, tetapi juga memiliki nilai budaya dan identitas bangsa yang kuat.
Komentar
Kirim Komentar