Kemenkes Dorong Akses Air Bersih Melalui Teknologi Pengolahan Air Hujan

Kemenkes Dorong Akses Air Bersih Melalui Teknologi Pengolahan Air Hujan

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Kemenkes Dorong Akses Air Bersih Melalui Teknologi Pengolahan Air Hujan yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pendekatan Kolaboratif dalam Menyediakan Akses Air Bersih

Kementerian Kesehatan RI telah memberikan dukungan kuat terhadap penyediaan akses air bersih berkelanjutan, khususnya melalui metode pengolahan air hujan. Inisiatif ini sangat penting untuk wilayah dengan tantangan geografis seperti Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dukungan ini diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan fasilitas GAMA-Rain Filter (GRF) yang disertai dengan penguatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, dr. Then Suyanti, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya menyediakan air bersih.

“Kami mengapresiasi kolaborasi semua pihak dalam kegiatan ini. Upaya penyediaan air dan penguatan PHBS memang harus berjalan beriringan dengan penerapan lima pilar STBM. Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk mempercepat pencapaian kesehatan masyarakat dan lingkungan yang berkelanjutan, khususnya di Girimulyo yang secara geografis memiliki tantangan dalam ketersediaan sumber air,” ujarnya, Kamis (18/12).

Program RAIN Harmony 2.0: Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Dukungan tersebut terealisasi lewat Program RAIN (Rahmat Allah untuk Indonesia) Harmony 2.0 yang dijalankan oleh PT Kao Indonesia bersama Kao Life-in-Harmony Foundation (Kao LIHF) dan PT Gama Inovasi Berdikari (GIB) di Desa Girimulyo. Program ini berfokus pada edukasi PHBS berbasis lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sekaligus perluasan akses air bersih melalui pemanenan air hujan.

Program RAIN Harmony 2.0 dilaksanakan pada 17 Desember 2025 dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, dinas kesehatan provinsi dan kabupaten, perangkat desa, tenaga kesehatan, hingga masyarakat setempat. Tahun ini, program tersebut menambah 18 titik GRF, melengkapi 7 fasilitas yang telah terpasang sejak 2024, sehingga total terdapat 25 fasilitas GRF yang diharapkan mampu melayani 1.223 orang, 81 keluarga, dan 21 komunitas.

Komitmen Jangka Panjang Perusahaan

President Kao Life-in-Harmony Foundation, Yumi Takeuchi, mengatakan perluasan fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan.

“Kali ini kami kembali memperkuat kolaborasi dengan menambah 18 titik GRF, sehingga total menjadi 25 fasilitas yang diharapkan memberi manfaat bagi 1.223 orang. Dukungan edukasi PHBS dari Kao Indonesia serta keterlibatan Kementerian Kesehatan hingga dinas kesehatan setempat membuat program ini semakin lengkap,” kata Yumi.

Ia berharap Desa Girimulyo ke depan dapat menjadi percontohan desa pemanen air hujan.

Edukasi Kesehatan dan Pengembangan Teknologi

Selain instalasi GRF, Kao Indonesia bersama Puskesmas Panggang II juga menyelenggarakan edukasi kesehatan, mulai dari sosialisasi lima pilar STBM, praktik cuci tangan pakai sabun yang benar, hingga penyaluran produk-produk kebersihan untuk mendukung penerapan PHBS sehari-hari.

Direktur PT Kao Indonesia, Wisik Restu, menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan strategi ESG perusahaan.

“Kolaborasi lanjutan ini merupakan bagian dari Kirei Lifestyle Innovation. Kami berupaya memberikan nilai tambah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Harapannya, fasilitas yang telah diberikan dapat dijaga bersama dan mendorong penerapan PHBS secara berkelanjutan di Girimulyo,” ujarnya.

Teknologi GAMA-Rain Filter: Solusi Praktis untuk Masyarakat

Teknologi GAMA-Rain Filter yang dikembangkan PT Gama Inovasi Berdikari dirancang agar mudah dioperasikan dan dirawat oleh masyarakat. Sistem ini mampu mengolah air hujan menjadi air bersih yang aman digunakan untuk kebutuhan sanitasi, terutama di wilayah karst yang kerap mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Direktur PT Gama Inovasi Berdikari, Ridha Nurul Azizah, menjelaskan bahwa teknologi GRF menjadi solusi praktis bagi masyarakat.

“GRF kami kembangkan sebagai solusi pengolahan air hujan yang efisien, mudah digunakan, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Melalui pengembangan di 18 titik tambahan ini, kami ingin memastikan warga dapat mengakses air bersih sekaligus memahami pentingnya kebersihan dan sanitasi,” jelasnya.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar