
Kazakhstan Bergabung dalam Abraham Accords
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Kazakhstan akan bergabung dalam Abraham Accords, sebuah perjanjian yang bertujuan untuk normalisasi hubungan antara negara-negara di kawasan Timur Tengah dengan Israel. Negara Asia Tengah ini menjadi yang pertama bergabung dalam kesepakatan tersebut selama masa jabatan kedua Trump.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Trump menyampaikan pengumuman ini setelah melakukan panggilan telepon bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev. Upacara penandatanganan resmi perjanjian ini akan segera dilaksanakan.
“Ini adalah langkah maju yang besar dalam membangun jembatan di seluruh dunia. Hari ini, lebih banyak negara yang berbaris untuk merangkul perdamaian dan kemakmuran melalui Abraham Accords saya,” ujar Trump.
Sejarah Hubungan Kazakhstan-Israel
Kazakhstan telah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sejak 1992, yaitu setelah negara itu merdeka dari Uni Soviet. Tokayev menilai kesepakatan ini akan membuka peluang ekonomi baru bagi Kazakhstan.
“Inilah keuntungan tertentu dari sudut pandang kerja sama ekonomi. Kami selalu memiliki hubungan baik dengan Israel dan negara-negara Timur Tengah. Ini merupakan kelanjutan logis dari kebijakan kita,” kata Tokayev.
Menurut pejabat tinggi pemerintahan Trump, kesepakatan ini tidak hanya terbatas pada urusan diplomatik biasa, tetapi juga mencakup perkembangan ekonomi yang unik dan spesifik.
Menghidupkan Kembali Momentum Abraham Accords
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa langkah ini dirancang untuk menghidupkan kembali momentum Abraham Accords. Diharapkan, Israel dapat membuka lebih banyak hubungan dengan negara-negara Arab dan Muslim.
“Apa yang telah dilakukan presiden adalah memberi sinyal bahwa momentum Abraham Accords hidup dan baik di pemerintahan kedua,” ujar Wakil Presiden AS, JD Vance.
Steve Witkoff, Utusan Khusus AS, sebelumnya telah mengisyaratkan pengumuman ini di Miami sehari sebelumnya. Ia mengatakan akan terbang kembali ke Washington karena ada rencana pengumuman negara lain yang akan bergabung ke Abraham Accords.
Kazakhstan Memperdalam Hubungan dengan AS
Bergabungnya Kazakhstan dalam Abraham Accords juga mencerminkan upaya negara tersebut untuk memperdalam hubungan dengan AS. Negara Asia Tengah ini dinilai sedang berupaya mengimbangi pengaruh Rusia dan China di kawasan.
Dalam pertemuan di Washington, Kazakhstan dan AS telah menandatangani nota kesepahaman untuk memperluas kerja sama di bidang material penting. Keduanya berencana mengumumkan usaha patungan besar untuk mengembangkan deposit tungsten Kazakhstan. Tungsten adalah logam yang vital untuk pembuatan senjata, di mana China saat ini menjadi pemasok utamanya.
Sementara itu, Trump mengklaim akan ada lebih banyak negara selain Kazakhstan yang akan bergabung dalam Abraham Accords. AS sendiri dilaporkan telah berupaya menggaet Arab Saudi, yang mensyaratkan pembentukan negara Palestina.
Fakta-Fakta Menarik tentang Kazakhstan
Kazakhstan mengumumkan keanggotaannya dalam Abraham Accords, yang menimbulkan pertanyaan tentang nasib Palestina. Selain itu, masyarakat juga penasaran dengan arti warna biru pada bendera Kazakhstan yang unik. Beberapa fakta menarik tentang negara ini juga mulai diketahui, seperti peran Mesir sebagai tuan rumah konferensi rekonstruksi Gaza.
Komentar
Kirim Komentar