
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Perkembangan Kasus Video Deepfake AI yang Menyeret Nama Guru dan Siswa SMAN 11 Semarang
Di Semarang, sebuah kasus video editan cabul berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menyeret nama seorang guru, siswa, dan alumni SMAN 11 Semarang menjadi perhatian publik. Kejadian ini mengundang kritik terhadap rendahnya kesadaran etika digital di kalangan pengguna internet.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Tengah, Agung Hariyadi, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital, termasuk AI, memiliki dampak ganda—baik positif maupun negatif. Meskipun AI memberikan banyak manfaat, teknologi ini juga bisa disalahgunakan untuk tujuan negatif.
“Teknologi AI itu banyak positifnya, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk hal-hal negatif. Karena itu, literasi digital terus kami dorong,” ujar Agung saat dihubungi via telepon.
Menurutnya, rendahnya kesadaran etika digital sering terjadi karena pengguna internet merasa aman bersembunyi di balik identitas anonim. Akibatnya, banyak orang meremehkan dampak dari tindakan digital yang sebenarnya memiliki konsekuensi nyata, sama seperti perilaku di dunia nyata.
Untuk mencegah penyalahgunaan teknologi seperti pada kasus video cabul editan AI ini, Diskominfo Jawa Tengah terus meningkatkan edukasi literasi digital kepada masyarakat. Materi pelatihan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga mencakup budaya dan etika digital.
“Kami menyampaikan materi tersebut saat pelatihan mengenai keamanan digital dan pemanfaatan teknologi di lembaga pendidikan dan masyarakat,” tambah Agung.
Mitigasi Penyalahgunaan Teknologi Digital
Sebagai bentuk mitigasi, Diskominfo Jateng telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan kelompok masyarakat, termasuk kelompok informasi masyarakat (KIM). Tujuannya adalah memberikan pendampingan serta edukasi etika digital melalui berbagai kanal dan pelatihan.
Untuk menindaklanjuti kasus serupa di masa depan, Diskominfo Jateng membuka kanal pengaduan digital melalui aplikasi Jateng Ngopeni Ngelakoni (JNN) yang tersedia di App Store, serta call center 150945. Layanan aduan ini terbuka untuk semua, tanpa ada hambatan. Setiap laporan akan ditindaklanjuti.
Agung juga menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Komisi Digital (Komdigi) dan aparat penegak hukum guna memastikan proses penanganan kasus berjalan hingga tuntas.
Kronologi Kasus Video Deepfake AI
Sebelumnya, seorang alumni SMAN 11 Semarang bernama Chiko Radityatama Agung Putra menjadi sorotan publik setelah menyebarkan video deepfake AI yang menampilkan wajah guru dan teman-teman sekolahnya dalam video tidak senonoh. Aksi ini memicu kecaman luas dari para korban, termasuk guru perempuan dan sesama alumni.
Video tersebut disebarkan melalui akun media sosial X (Twitter) milik Chiko, dan dengan cepat viral serta menuai kemarahan warganet. Sebagai bentuk tanggung jawab, Chiko mengunggah video permintaan maaf secara terbuka melalui akun Instagram resmi sekolah, @sman11semarang.official.
“Saya ingin meminta permohonan maaf atas perbuatan saya, di mana saya telah mengedit dan mengunggah foto maupun video teman-teman tanpa izin pada akun Twitter saya,” kata Chiko dalam video yang diunggah Selasa (14/10/2025).
Komentar
Kirim Komentar