
Kehadiran Jusuf Kalla dalam Sarasehan Ekonomi Batch 1
Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, hadir sebagai pembicara utama dalam acara Sarasehan Ekonomi Batch 1 yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni Ilmu Ekonomi (IKAIE), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Acaranya mengangkat tema “Jalan Baru Ekonomi Indonesia: Evaluasi dan Rekonstruksi Strategi Pembangunan Indonesia” tersebut berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Senin 15 Desember 2025, mulai pukul 09.00 Wita.
Dalam paparannya, Jusuf Kalla menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan gagasan strategis pembangunan. Menurutnya, kampus menjadi motor penggerak kemajuan daerah, melalui penguatan sumber daya manusia dan pemikiran ekonomi yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Dinamika Ekonomi Global
Jusuf Kalla menjelaskan bahwa dinamika ekonomi global terus berubah seiring dengan kemajuan teknologi dan arus globalisasi. Peta ekonomi dunia bergerak mengikuti prinsip daya saing, sehingga dalam konteks ini, pemerintah dituntut hadir secara aktif melindungi kepentingan nasional tanpa menghambat pertumbuhan.
Indonesia, menurutnya, saat ini berada dalam fase ekonomi nasionalistik yang perlu dikelola secara cermat agar tidak kontraproduktif terhadap pembangunan jangka panjang. Dirinya mengingatkan, Indonesia telah masuk dalam kategori negara berpendapatan menengah. Kondisi ini menyimpan risiko besar terjebak dalam middle income trap, apabila strategi pembangunan tidak diarahkan pada peningkatan nilai tambah dan produktivitas nasional.
Tantangan dan Solusi
“Untuk lepas dari jebakan pendapatan menengah dan natural resources yang belum dikelola dengan baik, Indonesia harus melakukan perubahan dalam strategi pengelolaan ekonomi. Pengelolaan yang kurang tepat justru membuat manfaat ekonomi lebih banyak dinikmati oleh pemilik modal, sementara dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat masih terbatas,” jelas Jusuf Kalla.
Kegiatan ini hadir sebagai forum dialog kolaboratif yang mempertemukan akademisi, alumni, praktisi, serta tokoh nasional bidang ekonomi. Diinisiasi oleh alumni FEB Unhas bersama para ekonom, sebagai wadah refleksi kritis terhadap arah pembangunan ekonomi Indonesia ke depan.
Tujuan dan Harapan
Sarasehan Ekonomi Batch 1 yang juga menjadi bagian dari rangkaian dies natalis ke-77 FEB Unhas diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan yang berkelanjutan antara alumni, akademisi, dan pemangku kepentingan.
Melalui forum ini, FEB Unhas menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam merumuskan arah baru pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing global.
Peran Perguruan Tinggi
Peran perguruan tinggi dalam pengembangan ekonomi nasional sangat penting. Sebagai pusat inovasi dan penelitian, universitas memiliki tanggung jawab untuk menciptakan solusi-solusi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan teori dan praktik, kampus dapat menjadi tempat berkumpulnya ide-ide segar yang bisa membantu membangun sistem ekonomi yang lebih adil dan efisien.
Masa Depan Ekonomi Indonesia
Menyadari tantangan yang ada, Indonesia perlu memperkuat sistem ekonominya dengan memperhatikan aspek kesejahteraan masyarakat. Dengan memastikan bahwa manfaat ekonomi dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, negara dapat mencapai pertumbuhan yang lebih merata dan berkelanjutan.
Pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta juga tidak boleh diabaikan. Dengan bekerja sama, semua pihak dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.
Kesimpulan
Dengan semangat kolaborasi dan kesadaran akan tantangan ekonomi global, Indonesia dapat membangun fondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih baik. Melalui inisiatif seperti Sarasehan Ekonomi Batch 1, diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju transformasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Komentar
Kirim Komentar