Jembatan Bailey Aceh dan Sumatera: Dibangun Cepat, Dipecahkan Kembali

Jembatan Bailey Aceh dan Sumatera: Dibangun Cepat, Dipecahkan Kembali

Kabar pemerintahan kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Jembatan Bailey Aceh dan Sumatera: Dibangun Cepat, Dipecahkan Kembali, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.


Pemerintah telah mengambil langkah-langkah penting untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pasca-bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyediakan jembatan bailey sebagai solusi darurat untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang terdampak. Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Perbaikan Jembatan guna memastikan proses pemulihan berjalan lebih cepat.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Peran Penting Jembatan Bailey dalam Pemulihan

Jembatan bailey dirancang sebagai infrastruktur sementara yang dapat dipasang secara cepat dan efisien. Presiden Prabowo menilai bahwa percepatan penyelesaian jembatan modular dan infrastruktur penghubung lainnya merupakan langkah vital dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik di daerah pascabencana.

Beberapa kali, Presiden Prabowo melakukan kunjungan langsung ke lokasi pembangunan jembatan bailey di wilayah bencana, antara lain di Teupin Mane di Bireuen, Aceh, dan di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada Rabu, 31 Desember. Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan bahwa infrastruktur kritis segera diperbaiki.

Dugaan Sabotase pada Jembatan Bailey

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, menyampaikan adanya dugaan sabotase terhadap jembatan bailey yang dibangun untuk penanganan bencana di Sumatera. Dugaan ini muncul setelah ditemukan baut-baut jembatan yang terlepas. Maruli, yang juga menjabat sebagai Kepala Satgas Percepatan Perbaikan Jembatan, menyayangkan kondisi tersebut karena terjadi saat masyarakat sedang dalam situasi bencana.

“Dua hari yang lalu dibongkar baut-bautnya. Kami juga tidak menyangka ada orang sebiadab ini, terus terang saja,” ujarnya dalam konferensi pers di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Senin (29/12).

Maruli menegaskan bahwa dugaan sabotase ini berpotensi menimbulkan korban jiwa ketika jembatan digunakan dalam kondisi tidak aman. Ia menilai tindakan ini bisa dikatakan sebagai serangan terhadap pemerintah dan masyarakat yang sedang bencana.

Impor Jembatan Bailey dari Luar Negeri

Untuk mempercepat proses pemulihan, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk membeli 100 jembatan bailey dari luar negeri. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Selain itu, pengadaan jembatan bailey dari luar negeri juga digunakan untuk menambah stok nasional guna mendukung kesiapsiagaan operasi pemulihan bencana di seluruh Indonesia.

Menurut KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, target dukungan 100 jembatan bailey tambahan dapat mulai tiba pada Januari 2026 agar selanjutnya dapat terpasang seluruhnya paling lambat Februari.

Capaian Pembangunan Jembatan Bailey

Hingga Senin, 29 Desember, TNI AD telah mendata kebutuhan 44 jembatan bailey, dengan rincian 12 unit telah selesai dipasang, enam unit masih dalam proses pemasangan, 15 unit dalam perjalanan, dan sisanya masih dalam tahap pengumpulan.

Selain jembatan bailey, TNI AD juga membangun 47 titik jembatan armco serta menyiapkan 11 jembatan gantung untuk mendukung mobilitas warga dan distribusi logistik di daerah terdampak bencana.

Maruli menjelaskan bahwa saat ini TNI AD bekerja dengan sistem tiga sif kerja sejak pagi, siang hingga malam untuk mempercepat pembangunan jembatan darurat. Ia mengakui pemasangan jembatan bailey menghadapi tantangan besar, terutama pada tahap survei lokasi dan distribusi logistik.

Permintaan Gubernur Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf meminta percepatan pembangunan jembatan yang putus akibat banjir guna melancarkan mobilisasi bantuan dan pergerakan masyarakat. Ia menyampaikan hal tersebut saat forum rapat koordinasi bersama Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR yang berlangsung di Hotel Daka Banda Aceh pada Selasa (30/12).

Muzakir Manaf menyampaikan permintaan itu kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Maruli juga ditunjuk oleh Prabowo sebagai Kepala Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Perbaikan Jembatan untuk pemulihan pascabencana Sumatera.

“Ini banyak sekali jembatan yang belum terhubung, pak. Mudah-mudahan cepat kita buat,” ujar Muzakir Manaf.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar