Yance Sayuri Kembali Jadi Korban Rasisme
Yance Sayuri, pemain full back kiri Malut United sekaligus bintang Timnas Indonesia, kembali menjadi korban rasisme setelah pertandingan antara Malut United dan Persib Bandung di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate. Insiden ini terjadi setelah laga yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Malut United.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Insiden tersebut bermula dari aksi 'tonjok' Yance Sayuri kepada kapten Persib Bandung dan juga bintang Timnas Indonesia, Marc Klok. Aksi tersebut kemudian memicu reaksi negatif dari para penggemar Persib Bandung di media sosial (Medsos), khususnya Instagram. Banyak netizen mengecam tindakan Yance Sayuri, bahkan memberikan ujaran kebencian terhadap dirinya dan keluarganya.
Permintaan Maaf Yance Sayuri
Setelah insiden tersebut, Yance Sayuri mengunggah foto capture direct message (DM) di Insta Story @yansayuri11, yang berisi permintaan maaf. Ia mengatakan bahwa aksinya pada pertandingan itu tidak profesional dan merugikan. Ia juga menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Marc Klok saat pertandingan usai dan melalui media sosial.
Dalam postingannya, Yance Sayuri menulis:
"Saya pribadi tahu kalau kesalahan yang saya buat kemarin sangat salah dan tidak profesional tapi bukan berarti kalian mau tegus saya dan kasih masukan dengan kata rasis. Dan saya pribadi sudah ambil diri minta maaf kepada caps Klok pada saat pertandingan selesai dan sampai rumah saya masih sempatkan diri buat minta maaf lagi di sosial media sama capt Klok."
Ia juga menyampaikan kekecewaannya terhadap perlakuan rasis yang ia terima, termasuk terhadap keluarganya. Ia menegaskan bahwa anak dan istri serta keluarganya tidak terlibat dalam pertandingan tersebut, sehingga tidak layak menerima hinaan.

Tanggapan dari Asisten Pelatih Persib Bandung
Asisten pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan kekalahan timnya. Salah satunya adalah kelelahan akibat perjalanan jauh ke Ternate setelah bermain di laga internasional beberapa hari sebelumnya. Ia juga menyebutkan bahwa jadwal kick-off yang berubah dari malam ke siang juga turut memengaruhi performa tim.
"Kami baru bermain di laga internasional beberapa hari lalu, terus harus terbang cukup jauh ke sini (Ternate). Tentunya dengan hal itu sudah pasti membuat permain kami kelelahan/kecapean (tidak cukup istirahat)."
Selain itu, Igor Tolic menyebutkan bahwa absennya pelatih Bojan Hodak juga memengaruhi performa tim. Meski demikian, ia tetap percaya bahwa tim telah berusaha maksimal.

Kritik dari Thom Haye
Namun, perwakilan pemain Persib Bandung, Thom Haye, memiliki pandangan berbeda. Ia menilai bahwa pemain Malut United banyak membuang waktu saat unggul, sementara wasit dinilai terlalu lambat dalam mengambil keputusan. Ia juga menyebutkan bahwa tambahan waktu tidak cukup untuk memperbaiki situasi.
"Selain itu wasit juga harus cepat mengambil keputusan karena waktu terus berjalan. Kami seoalah-olah dipaksa 'tidak bermain' karena menunggu koordinasi atarwasit (VAR)."

Jadwal Berikutnya untuk Persib Bandung
Setelah kekalahan ini, Persib Bandung akan menjamu Bhayangkara FC dalam lanjutan pekan ke-14 Super League. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (21/12/2025) pukul 19:00 WIB.

Komentar
Kirim Komentar