
Peringatan Keras Mengenai Jebakan Harta Benda
Dalam sesi lanjutan Kajian Ba'da Maghrib di Masjid At-Taqwa Ngaliyan Semarang, Prof Sholihan, Guru Besar UIN Semarang memberikan peringatan keras mengenai jebakan harta benda. Ia menekankan bahwa kekayaan bukanlah jaminan keselamatan, melainkan ujian yang dapat mendatangkan kerusakan total jika tidak dikendalikan dengan baik.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kekayaan sebagai Ujian
Prof Sholihan menjelaskan bahwa kekayaan sering kali menjadi ujian bagi manusia. Dalam Islam, harta benda adalah anugerah dari Tuhan yang harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Namun, jika seseorang terlalu memperhatikan harta dan lupa pada nilai-nilai spiritual, maka harta tersebut bisa menjadi penghalang dalam mencapai kebahagiaan sejati.
- Ia menegaskan bahwa banyak orang yang justru merasa aman karena memiliki harta, padahal kenyamanan tersebut bisa menjadi awal dari kehancuran.
- Kekayaan juga bisa membuat seseorang lupa akan tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu untuk beribadah dan berbuat baik kepada sesama.
Bahaya Terhadap Jiwa dan Rohani
Selain itu, Prof Sholihan menyampaikan bahwa kekayaan bisa membawa bahaya bagi jiwa dan rohani seseorang. Ketika seseorang terlalu menggantungkan hidupnya pada harta, maka ia bisa kehilangan arah dan tujuan hidup. Bahkan, kekayaan bisa menjadi alasan untuk melakukan tindakan yang tidak benar, seperti korupsi atau penipuan.
- Keinginan untuk terus-menerus menambah harta bisa membuat seseorang lupa akan tanggung jawab sosial dan agama.
- Jika tidak diimbangi dengan kesadaran akan akhirat, maka harta bisa menjadi beban yang berat di hari kiamat.
Solusi dan Cara Menghadapi Ujian Harta
Untuk menghadapi ujian harta benda, Prof Sholihan menyarankan agar setiap individu selalu ingat akan tujuan hidupnya. Ia menekankan pentingnya kesadaran akan kekuasaan Tuhan dan kelemahan diri sendiri. Dengan demikian, seseorang akan lebih mampu mengendalikan kekayaannya tanpa terjebak dalam sikap arogan atau sombong.
- Salah satu cara untuk menghindari jebakan harta adalah dengan berbagi dan menggunakan kekayaan untuk kepentingan umum.
- Selain itu, seseorang perlu memperkuat imannya dan tetap menjaga hubungan yang baik dengan sesama manusia.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, peringatan yang disampaikan oleh Prof Sholihan sangat relevan dengan kondisi saat ini. Di tengah kemajuan teknologi dan ekonomi, banyak orang yang justru terjebak dalam keserakahan dan kesombongan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran yang tinggi untuk menghadapi ujian harta benda dengan bijak dan penuh kesadaran.
Komentar
Kirim Komentar