Biaya dan Risiko yang Harus Diperhatikan Saat Tarik Tunai Kartu Kredit
Pernahkah kamu berada dalam situasi mendesak di mana kamu butuh uang tunai secepatnya, tapi saldo tabungan sedang kosong? Di momen seperti ini, fitur tarik tunai (cash advance) pada kartu kredit sering kali terlihat sebagai solusi. Tinggal datang ke ATM, masukkan kartu, dan uang tunai pun cair. Praktis, bukan? Namun, di balik kemudahan tersebut, ada "harga mahal" yang harus kamu bayar. Berbeda dengan transaksi belanja ritel yang bisa bebas bunga, tarik tunai adalah salah satu fitur kartu kredit yang paling boros biaya.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Sebelum kamu pergi ke ATM, baca dulu panduan lengkap mengenai biaya, bunga, dan 4 risiko fatal tarik tunai kartu kredit berikut ini agar kamu tidak menyesal belakangan!
Komponen Biaya Tarik Tunai Kartu Kredit
| Komponen Biaya | Estimasi Tarif | Keterangan |
|---|---|---|
| Biaya Penarikan (Cash Advance Fee) | 4% - 6% dari nominal (atau min. Rp50.000 - Rp100.000) | Langsung dipotong saat penarikan atau ditagihkan kemudian. |
| Bunga Tarik Tunai | Maks. 1,75% per bulan (Bunga Harian) | Dihitung sejak hari pertama penarikan (tidak ada masa tenggang). |
| Limit Penarikan | 40% - 60% dari Limit Kartu | Tidak bisa menarik seluruh sisa limit kartu kredit. |
Data di atas merupakan estimasi. Untuk informasi tarif pasti tarik tunai kartu kredit dapat dilihat di situs resmi penyedia kartu kredit.
Agar lebih tergambar, mari kita hitung. Misalkan kamu menarik tunai sebesar Rp1.000.000 dengan asumsi biaya admin 6% dan bunga 1,75%.
- Dana yang Ditarik: Rp1.000.000
- Biaya Admin (6%): Rp60.000 (Langsung dibebankan).
- Bunga (1 Bulan): ~Rp17.500 (Dihitung harian sejak uang keluar mesin ATM).
- Total Utang Pokok: Rp1.077.500++
(Ingat, ini belum termasuk denda jika kamu telat bayar!)
Terlihat kecil? Bayangkan jika kamu menarik Rp10 juta. Biaya adminnya saja sudah Rp600 ribu, hilang begitu saja tanpa menjadi barang!
Pahami 4 Risiko Fatal Sebelum Tarik Tunai

Jangan gegabah! Pertimbangkan empat hal berikut sebelum kamu memutuskan mengambil uang lewat kartu kredit:
1. Biaya Admin yang "Mencekik"
Tarik tunai tidak gratis. Bank akan mengenakan biaya administrasi (cash advance fee) yang cukup besar, rata-rata sekitar 4% hingga 6% dari total uang yang ditarik, atau minimal Rp50.000 hingga Rp100.000 (tergantung mana yang lebih besar). Biaya ini akan langsung menambah beban tagihanmu bulan depan.
2. Bunga Berjalan Sejak Hari Pertama
Ini adalah jebakan terbesar. Berbeda dengan transaksi belanja di mal yang memiliki masa tenggang (grace period) bebas bunga hingga 45 hari, bunga tarik tunai dihitung harian sejak detik pertama uang keluar dari ATM. Artinya, meskipun kamu melunasinya besok, kamu tetap sudah kena biaya bunga satu hari.
3. Gunakan Saat Mendesak
Jangan kaget jika transaksimu ditolak meski limit kartumu masih banyak. Bank biasanya membatasi jumlah penarikan tunai hanya sekitar 40% hingga 60% dari total limit kartu kreditmu. Kebijakan ini dibuat agar nasabah tidak terlalu agresif berutang tunai yang berisiko macet.
4. Lunasi Penuh dan Tepat Waktu
Terlalu sering melakukan tarik tunai bisa menjadi sinyal merah bagi bank. Ini menandakan bahwa kondisi arus kas (cashflow) nasabah sedang tidak sehat. Jika rasio utangmu makin tinggi, laporan kredit (SLIK OJK) bisa terdampak, yang nantinya mempersulitmu saat ingin mengajukan KPR atau kredit lainnya.
Tips Aman Tarik Tunai Kartu Kredit di Mesin ATM
Jika keadaan benar-benar mendesak (emergency) dan tidak ada opsi lain, perhatikan tips ini:
- Tarik Sekaligus: Karena ada biaya minimal (misal Rp50.000), lebih baik menarik jumlah yang dibutuhkan sekaligus daripada menarik sedikit-sedikit tapi berkali-kali.
- Lunasi Secepatnya: Jangan menunggu tanggal cetak tagihan. Segera lakukan pembayaran kartu kredit secara penuh (full payment) begitu kamu punya dana untuk menghentikan perhitungan bunga harian.
- Hindari Gestun (Gesek Tunai): Meskipun sering ditawarkan sebagai alternatif "tarik tunai murah" lewat merchant, praktik ini ilegal dan berisiko membuat kartu kreditmu diblokir permanen oleh bank.
Jadilah Pengguna Kartu Kredit yang Bijak
Fasilitas tarik tunai kartu kredit sebaiknya hanya digunakan sebagai pintu darurat terakhir. Biaya dan bunganya yang tinggi tidak cocok untuk kebutuhan konsumtif sehari-hari.
Jika kamu butuh dana tunai untuk modal usaha atau kebutuhan besar, pertimbangkan produk pinjaman lain yang lebih efisien seperti KTA (Kredit Tanpa Agunan) yang bunganya lebih terukur. Yang terpenting, selalu ingat untuk bijak menggunakan kartu kredit agar tidak menjadi bumerang di kemudian hari.
Komentar
Kirim Komentar