Jaksa Deli Serdang Laporkan Harta Hanya Rp4 Juta, Ternyata Miliki Cafe dan Kos-Kosan

Isu politik kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Jaksa Deli Serdang Laporkan Harta Hanya Rp4 Juta, Ternyata Miliki Cafe dan Kos-Kosan, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
Jaksa Deli Serdang Laporkan Harta Hanya Rp4 Juta, Ternyata Miliki Cafe dan Kos-Kosan

Jaksa Nara Palentina Naibaho Ditemukan Miliki Aset yang Tidak Terlaporkan

Seorang jaksa di Deli Serdang, Nara Palentina Naibaho, yang sebelumnya dilaporkan hanya memiliki harta kekayaan senilai Rp 4 juta dalam laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ternyata diam-diam memiliki aset yang tidak tercantum dalam laporan tersebut. Aset-aset ini berupa sebuah cafe dan kos-kosan yang terletak di Dusun IV Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Lokasi dan Desain Aset Jaksa

Bangunan cafe dan kos-kosan tersebut memiliki desain modern minimalis yang menarik perhatian. Cafe milik Nara Palentina Naibaho diberi nama "Cafe Sawah" karena lokasinya yang berada di sekitar areal persawahan. Di dalam cafe terdapat rooftop yang bisa digunakan untuk menikmati pemandangan luas dari areal persawahan tersebut. Selain itu, posisi cafe juga dekat dengan kos-kosan yang dimiliki oleh keluarganya.

Saat dilakukan peninjauan ke lokasi, suasana terlihat sepi. Anjing galak tampak berada di sekitar area tersebut. Seorang warga setempat mengungkapkan bahwa cafe tersebut sudah tutup sejak sekitar 8 bulan lalu. Awalnya ramai, tetapi kemudian semakin sepi hingga akhirnya ditutup. Kos-kosan pun juga sudah tidak beroperasi lagi.

Penjelasan dari Warga dan Pihak Desa

Warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa cafe tersebut adalah milik suami Nara Palentina Naibaho, yaitu Pak Manurung, yang merupakan anggota Polri. Menurut informasi, saat pembukaan cafe, banyak polisi yang datang. Namun kini, cafe dan kos-kosan hanya dijaga oleh seseorang.

Dari data yang dikumpulkan dari pihak Pemerintah Desa, Nara Palentina Naibaho bersama keluarganya tercatat sebagai warga Desa Tanjung Garbus 1/Jatisari, Kecamatan Lubuk Pakam, yang tidak jauh dari Stadion Baharoeddin Siregar. Mereka hanya sesekali datang ke tempat usahanya ini.

Kepala Dusun IV Desa Bakaran Batu, Muntaha atau lebih akrab disapa Mumun, membenarkan bahwa bangunan cafe dan kos-kosan tersebut adalah milik Nara Palentina Naibaho dan keluarganya. Secara administrasi, tanah tersebut dimiliki oleh suaminya, M. Manurung, yang merupakan anggota Polresta Deli Serdang.

Mumun mengatakan bahwa mereka tidak tinggal di lokasi tersebut, hanya sesekali datang ke tempat usahanya. Istrinya, Nara Palentina Naibaho, dikenal sebagai jaksa dan pernah diundang dalam acara pembukaan desa, meskipun pada waktu itu kepala desa tidak hadir.

Penutupan Cafe dan Kos-kosan

Menurut Mumun, cafe Sawah yang dimiliki oleh Nara Palentina Naibaho telah lama tutup. Ia tidak tahu pasti penyebabnya, tetapi dari pengalamannya, penutupan tersebut disebabkan oleh ketidaktertarikan pengunjung. Saat ini, cafe dan kos-kosan hanya dijaga oleh seseorang. Menurut informasi, harga yang ditawarkan di cafe dinilai terlalu mahal, sehingga membuat pengunjung semakin sedikit.

Selain itu, kos-kosan juga tidak berfungsi lagi. Menurut Mumun, cafe tersebut sudah tutup selama dua tahun terakhir. Meski begitu, tidak ada tanda-tanda perbaikan atau rencana baru dari pemiliknya.

Laporan Harta Kekayaan yang Tidak Sesuai

Sebelumnya, dalam laporan harta kekayaan Nara Palentina Naibaho yang disampaikan pada 6 Februari 2025 untuk periode 2024, ia hanya melaporkan harta kekayaan senilai Rp 4 juta. Dalam laporan tersebut, ia tidak memiliki tanah, bangunan, kendaraan, maupun harta bergerak lainnya. Hanya kas dan setara kas yang dilaporkan.

Hingga berita ini diturunkan, Nara Palentina Naibaho belum dapat dimintai konfirmasi. Nomor ponselnya telah dihubungi beberapa kali, tetapi tidak merespons. Pesan WhatsApp yang dikirimkan juga belum mendapatkan respons.


Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar