
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Persiapan Penuh di Pelabuhan Ashdod
Media Israel melaporkan bahwa sebanyak 500 petugas kepolisian akan dikerahkan ke pelabuhan Ashdod untuk menghadapi kedatangan kapal Global Sumud Flotilla. Kapal ini membawa banyak aktivis dari berbagai negara, termasuk Indonesia, dalam upaya menembus blokade Israel di Gaza dan menyerahkan bantuan kemanusiaan.
Rumah sakit di dalam dan sekitar pelabuhan Ashdod juga diperintahkan untuk bersiaga dan memperkuat tim medis, mengantisipasi kemungkinan adanya korban cedera. Lembaga penyiaran publik Israel, Kan, melaporkan bahwa anggota dari pasukan elite khusus Angkatan Laut Israel, unit Shayete 13, akan mengambil alih kapal Global Sumud Flotilla bersama dengan seluruh angkatan laut.
Para aktivis akan dibawa ke kapal-kapal angkatan laut Israel, kemudian diturunkan di darat. Setelah tiba di Israel, mereka akan langsung dibawa ke penjara Ketziot dan mereka yang patuh akan dideportasi ke negara asal. Beberapa kapal akan ditarik ke pantai, dan ada kapal yang kemungkinan akan ditenggelamkan.

Satu-satunya WNI yang Masih Berlayar ke Gaza
Muhammad Husein atau Ustaz Husein menjadi satu-satunya WNI yang masih berlayar menembus blokade Gaza. Awalnya, ada dua WNI lain yang ikut berlayar—Wanda Hamidah dan Muhammad Faturrahman. Namun, mereka masih terdampar di Italia karena kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan.
Kapal yang ditumpangi Husein sendiri sempat mengalami kendala teknis di Italia. Kata dia, dirinya dan rombongan berganti kapal dan kini sudah berhasil mengejar puluhan-puluhan kapal lain yang sudah berlayar di depan. Kapal baru yang ditumpangi Husein memang lebih cepat dari kapal-kapal yang lebih dulu berlayar. Kata Husein, kecepatan kapalnya mencapai 12-13 knot. Lebih cepat dari kapal-kapal lain yang melaju sekitar 6-7 knot.
"Kami sudah bertemu dengan kapalnya Thiago Avilla dan Greta Thunberg, kapal Alma. Kita sedang berada di antara kapal-kapal Global Sumud Flotilla lainnya. Alhamdulilah," kata Husein.

Pengawasan oleh Drone dan Kapal Italia
Husein lalu bercerita bahwa sepanjang perjalanan ada sejumlah drone yang mendekati kapal mereka. Husein menyebut drone-drone itu diduga milik Israel yang mengawasi gerak-gerik mereka. Meski begitu, kata Husein, dirinya juga melihat cahaya yang diduga kapal Italia yang membantu mengawal kapal-kapal GSF.
"Tadi malam juga ada drone, pagi tadi juga ada drone yang memantau kapal-kapal kami, kapal-kapal yang lain. Mereka perhatian sekali sama kita, care sekali," katanya.
Husein juga menyampaikan bahwa lima kapal sumbangan rakyat Indonesia terus melaju menembus Gaza meski kini ditumpangi delegasi negara-negara lain. Sedianya, kapal-kapal itu ditumpangi oleh sekitar 30 delegasi dari Indonesia. Namun, IGPC memutuskan untuk menyerahkan kapal-kapal itu sebagai bagian dari langkah yang strategis.
"Indonesia kali ini tidak hanya menjadi penonton. tapi Indonesia dengan izin Allah kita menjadi pemain. Tidak hanya pemain, kita menjadi pemain besar dalam gerakan ini. Dari 40-an kapal yang telah yang sudah berlayar itu 10 persennya adalah kapal Indonesia," kata Husein.
Komentar
Kirim Komentar