Iran Tepis Intervensi AS dalam Urusan Negara Lain

Iran Tepis Intervensi AS dalam Urusan Negara Lain

Isu politik kembali mencuat. Mengenai Iran Tepis Intervensi AS dalam Urusan Negara Lain, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pernyataan Duta Besar Iran di PBB: Menolak Tuduhan AS dan Menyoroti Tindakan Israel

Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeed Iravani, menyampaikan pernyataan tegas menolak tuduhan yang dilontarkan oleh Amerika Serikat (AS) terkait campur tangan Iran di kawasan. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap pernyataan dari utusan AS, Michael Waltz, dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada Kamis (23/10/2025) di Markas Besar PBB.

Iravani menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Iran sepenuhnya berdasarkan prinsip-prinsip Piagam PBB, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara lain. Ia menekankan bahwa Iran tidak melakukan intervensi dalam urusan negara lain dan menjaga hubungan yang baik dengan tetangganya.

Menurut Iravani, justru kehadiran militer AS yang ilegal dan tindakan-tindakan destabilisasi telah menjadi sumber utama konflik di Asia Barat. Ia mengkritik narasi tentang "proxy Iran" yang digunakan untuk mengalihkan perhatian dunia dari sumber sebenarnya ketidakstabilan kawasan, yaitu AS dan dukungan tanpa syarat terhadap rezim Israel.

"Washington telah bersekongkol dalam kejahatan Israel dengan terus menghalangi mandat Dewan Keamanan PBB," ujarnya. Ia menilai bahwa AS memikul tanggung jawab hukum dan moral atas berlanjutnya kekerasan di Gaza.

Rezim Israel disebut sebagai ancaman nyata bagi perdamaian regional dan internasional. Iravani menyebut genosida yang dilakukan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 68 ribu warga Palestina, dengan ribuan lainnya masih hilang. Ia mengecam keras pemboman sistematis Israel terhadap infrastruktur Gaza, termasuk rumah sakit dan sekolah, yang menurutnya merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional.

Ia juga menyoroti blokade yang diberlakukan Israel serta penggunaan kelaparan sebagai senjata perang. Dalam pernyataannya, Iravani menyinggung opini penasihat terbaru dari Mahkamah Internasional (ICJ) yang menegaskan bahwa Israel telah menghalangi bantuan kemanusiaan dan menyerang lembaga-lembaga PBB, yang menyebabkan kematian banyak staf PBB.

Kritik Terhadap Tindakan Agresif Israel dan Ketidakberdayaan Dewan Keamanan

Iravani menambahkan bahwa Israel terus melakukan tindakan agresif di berbagai wilayah, seperti serangan udara di Suriah, eskalasi militer terhadap Lebanon, serta pendudukan di Dataran Tinggi Golan. Bahkan, katanya, serangan tanpa alasan Israel juga telah menewaskan warga sipil di Iran.

Ia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah tegas terhadap Israel. Ia mengkritik diamnya lembaga tersebut sebagai bentuk keterlibatan tidak langsung dalam kekerasan yang dilakukan Israel. “Meskipun terjadi pelanggaran berat, Dewan ini tetap diam dan lumpuh,” ujarnya. Ia menuding AS sebagai pihak yang sering menghalangi langkah kolektif melawan Israel.

Dukungan Iran untuk Solusi Damai di Gaza

Iravani menegaskan bahwa Iran mendukung semua upaya kredibel untuk mengakhiri perang di Gaza, memberlakukan gencatan senjata permanen, memperluas akses bantuan kemanusiaan, serta mengembalikan hak-hak rakyat Palestina. Menurutnya, keadilan sejati hanya bisa dicapai dengan mengadili para pelaku kejahatan perang.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali posisi Iran bahwa solusi dari penyelesaian yang adil hanya bisa tercapai dengan pengakuan terhadap hak rakyat Palestina untuk memiliki negara merdeka dengan Al-Quds al-Sharif (Yerusalem Timur) sebagai ibu kotanya.

Penolakan Terhadap Tuduhan AS dan Komitmen pada Hukum Internasional

Iravani juga menolak seluruh tuduhan yang dilontarkan oleh perwakilan AS dan menegaskan kembali komitmen Iran untuk menghormati hukum internasional serta kedaulatan negara lain. “Iran selalu siap untuk berdialog secara adil dan tulus,” katanya. Ia juga menyerukan untuk mengakhiri narasi yang menyesatkan dan mengalihkan perhatian dari sumber sebenarnya ketidakstabilan kawasan.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar