Washington, aiotrade
Amerika Serikat (AS) telah menetapkan kelompok kartel narkoba terbesar di Kolombia, Clan del Golfo, sebagai organisasi teroris asing (Foreign Terrorist Organization/FTO). Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang menuduh kelompok tersebut sebagai organisasi kriminal dengan ribuan anggota yang aktif di Kolombia.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Clan del Golfo dikenal menjalankan bisnis perdagangan kokain sebagai sumber pendapatan utama, yang digunakan untuk mendanai kegiatan kekerasan dan operasi kriminal. Menurut Rubio, kelompok ini bertanggung jawab atas serangan terhadap pejabat publik, aparat penegak hukum, personel militer, serta warga sipil di Kolombia.
"Kami akan melakukan semua upaya untuk melindungi negara dan menghentikan kekerasan serta teror dari kartel atau organisasi kriminal internasional," ujarnya. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah AS untuk menolak pendanaan dan sumber daya kepada para teroris tersebut.
Dampak Penetapan sebagai Organisasi Teroris
Penetapan Clan del Golfo sebagai FTO memberikan banyak wewenang bagi AS dalam menghukum kelompok tersebut. Menurut laporan BBC, segala aset yang mungkin dimiliki Clan del Golfo di lembaga keuangan AS akan dibekukan. Selain itu, individu atau warga negara AS yang sengaja memberikan dukungan materi kepada kelompok itu dapat dituntut secara hukum.
Selain dampak hukum, penetapan ini juga kemungkinan akan mempersulit pembicaraan antara pemerintah Kolombia dan Clan del Golfo. Sebelumnya, kedua pihak sedang melakukan proses dialog untuk melucuti senjata dan mempercepat proses perdamaian di wilayah-wilayah yang mereka kuasai.
Profil Clan del Golfo
Clan del Golfo adalah kelompok neo-paramiliter dan kartel narkoba terbesar di Kolombia, dengan perkiraan 9.000 anggota. Awal bulan ini, pemerintah Kolombia dan Clan del Golfo menandatangani deklarasi di Qatar untuk melucuti senjata kelompok tersebut. Mereka juga berkomitmen untuk mendukung proses pembangunan perdamaian di wilayah-wilayah yang mereka pengaruhi.
Mantan pemimpin kelompok tersebut, Dairo Antonio Usuga David, yang dikenal sebagai "Otoniel," ditangkap pada Oktober 2021 di wilayah Uraba, Kolombia. Penangkapan ini merupakan salah satu langkah besar dalam upaya pemerintah Kolombia untuk mengurangi pengaruh Clan del Golfo.
Tindakan AS terhadap Perdagangan Narkoba
Sejak September, Washington telah melakukan setidaknya 22 serangan di wilayah Uraba terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkotika. Namun, hingga saat ini, AS belum memberikan bukti apa pun terkait klaim perdagangan narkoba oleh kapal-kapal tersebut.
Keputusan AS untuk menetapkan Clan del Golfo sebagai organisasi teroris menunjukkan komitmen yang kuat dalam melawan ancaman narkoba dan kekerasan di Kolombia. Langkah ini tidak hanya akan membatasi aktivitas kelompok tersebut tetapi juga meningkatkan koordinasi antara pihak berwenang di AS dan Kolombia dalam menghadapi ancaman lintas batas.
Komentar
Kirim Komentar