Indonesia Target Pasar Halal OKI Melalui Skema TPS-OIC

Indonesia Target Pasar Halal OKI Melalui Skema TPS-OIC

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Indonesia Target Pasar Halal OKI Melalui Skema TPS-OIC menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


aiotrade.CO.ID - JAKARTA.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kredibilitas Indonesia di sektor halal global dinilai menjadi modal utama untuk memperluas ekspor ke pasar negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Pasar ini memiliki ukuran besar dan karakter konsumsi yang serupa, sehingga menawarkan peluang perdagangan yang masif bagi produk halal Indonesia.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono menyampaikan bahwa Indonesia tengah memperkuat kerja sama ekonomi dalam forum OKI. Salah satu langkah konkret adalah percepatan ratifikasi Trade Preferential System among the OIC Member States (TPS-OIC).

“Kemendag terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam menyusun daftar komitmen sebagai bagian dari proses menuju keanggotaan penuh TPS-OIC,” ujar Djatmiko dalam keterangannya, dikutip Rabu (22/10/2025).

TPS-OIC merupakan skema kerja sama perdagangan yang memberikan preferensi tarif guna meningkatkan arus perdagangan antarnegara anggota OKI. Sejak diimplementasikan pada 1 Juli 2022, sebanyak 13 negara telah bergabung, di antaranya Uni Emirat Arab, Malaysia, Arab Saudi, dan Turki.

Direktur Perundingan Antar Kawasan dan Organisasi Internasional Kemendag Natan Kambuno menambahkan, masih rendahnya kontribusi perdagangan intra-OKI menjadi peluang besar bagi Indonesia.

“Lebih dari 80% produk halal global justru dipasok oleh negara non-OKI, sementara perdagangan antarnegara OKI baru sekitar 19%. Indonesia berpotensi besar menjadi produsen unggulan di pasar ini,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Kadin Indonesia Institute Mulya Amri menyebut Indonesia sudah memiliki posisi kuat dalam ekosistem halal global.

“Indonesia menempati peringkat ketiga pada Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2024/2025. Reputasi ini adalah modal penting untuk memperluas branding halal kita di pasar OKI,” katanya.

Sebagai informasi, OKI merupakan organisasi internasional terbesar kedua setelah PBB, dengan 57 negara anggota dan populasi lebih dari 2 miliar jiwa. Besarnya potensi ekonomi ini menjadikan pasar OKI sasaran strategis bagi ekspor produk halal, modest fashion, farmasi, dan kosmetik asal Indonesia.

Peluang Ekspor yang Menjanjikan

Pasar OKI menawarkan peluang ekspor yang sangat besar karena jumlah penduduk yang signifikan dan tingkat permintaan akan produk halal yang tinggi. Dengan kebijakan TPS-OIC, Indonesia dapat mempercepat akses pasar melalui tarif yang lebih rendah dan aturan perdagangan yang lebih fleksibel.

Beberapa sektor yang bisa dimanfaatkan antara lain:

  • Produk halal seperti makanan, minuman, dan bahan baku yang sesuai dengan standar syariah
  • Pakaian muslim yang modern dan nyaman
  • Obat-obatan dan produk kesehatan yang ramah lingkungan dan sesuai dengan prinsip islam
  • Kosmetik dan perawatan diri yang bebas bahan-bahan haram

Selain itu, Indonesia juga bisa memperkuat kerja sama dengan negara-negara OKI melalui inisiatif seperti program pameran dagang, pelatihan usaha, dan pengembangan sumber daya manusia.

Strategi Pemasaran yang Efektif

Untuk memaksimalkan peluang di pasar OKI, diperlukan strategi pemasaran yang efektif. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Memperkuat citra merek "produk halal Indonesia" melalui kampanye promosi dan iklan yang menarik
  • Mengembangkan kemitraan dengan pelaku usaha lokal di negara-negara OKI
  • Meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan dan pendidikan tentang pasar internasional
  • Memanfaatkan platform digital untuk memperluas jaringan distribusi

Dengan strategi yang tepat, Indonesia bisa menjadi salah satu pemain utama dalam pasar halal global dan memperkuat posisinya sebagai produsen unggulan di wilayah OKI.

Tantangan yang Harus Diatasi

Meskipun ada banyak peluang, Indonesia juga menghadapi beberapa tantangan dalam memperluas ekspor ke pasar OKI. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Persaingan dari negara-negara lain yang juga memiliki produk halal berkualitas
  • Ketidakpastian regulasi perdagangan antar negara anggota OKI
  • Keterbatasan infrastruktur logistik dan transportasi yang memengaruhi efisiensi ekspor

Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan koordinasi yang baik antara pemerintah, swasta, dan lembaga keuangan. Dengan kolaborasi yang solid, Indonesia dapat memperkuat posisi ekonominya di pasar OKI dan memanfaatkan peluang yang ada secara maksimal.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Indonesia Target Pasar Halal OKI Melalui Skema TPS-OIC ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar