Indonesia Ajak ASEAN Perkuat Kolaborasi Tangani Kejahatan Siber Internasional

Indonesia Ajak ASEAN Perkuat Kolaborasi Tangani Kejahatan Siber Internasional

Isu politik kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Indonesia Ajak ASEAN Perkuat Kolaborasi Tangani Kejahatan Siber Internasional, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
Indonesia Ajak ASEAN Perkuat Kolaborasi Tangani Kejahatan Siber Internasional

Peran Indonesia dalam Meningkatkan Keamanan Digital di ASEAN

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antar sektor di kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) untuk menghadapi ancaman keamanan digital dan tindak pidana siber yang melintasi batas negara. Pernyataan ini disampaikan dalam forum ASEAN Political-Security Community (APSC) Council ke-30 selama 47th ASEAN Summit di Kuala Lumpur.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Sugiono menjelaskan bahwa kawasan ASEAN yang semakin terhubung dan aktif mendorong risiko kejahatan siber dan penipuan online yang tidak bisa diatasi oleh satu negara saja. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan tiga pilar utama ASEAN, yakni APSC, ASEAN Economic Community (AEC), dan ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC).

Sebagai bukti komitmen, Indonesia memperkenalkan dua inisiatif utama: forum dialog antar kepolisian regional "Police Cooperation Dialogue Forum for Mutual Assistance in Criminal Matters" yang dijadwalkan pada 27–29 Oktober 2025, serta simulasi "ASEAN Preparedness in Protecting Citizens Abroad" pada 4–5 Desember 2025 di Bali.

Lebih lanjut, Sugiono memberikan apresiasi atas adopsi ASEAN Declaration on Combating Cybercrime and Online Fraud pada September lalu, yang dianggap sebagai langkah nyata untuk memperkuat ruang digital dan keamanan sosial di wilayah tersebut.

Mengapa Ini Penting untuk Indonesia dan Generasi Muda

Kejahatan siber dan penipuan daring semakin sering terjadi, menargetkan berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda yang aktif di dunia maya. Langkah memperkuat kerja sama regional menunjukkan bahwa Indonesia mengambil peran aktif dalam menjaga keamanan digital di ASEAN, bukan hanya fokus pada masalah dalam negeri.

Bagi pengguna internet aktif, khususnya Gen Z, ini bisa menjadi pengingat bahwa keamanan online bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga butuh dukungan kebijakan dan sistem. Dengan kerja sama regional, diharapkan mampu menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi seluruh warga ASEAN.

Langkah yang Bisa Anda Lakukan

Pastikan aplikasi atau platform yang Anda gunakan memiliki sistem keamanan dan kebijakan yang baik. Waspadai aktivitas digital mencurigakan seperti phishing, akun palsu, atau tawaran investasi tidak jelas, dan segera laporkan jika diperlukan.

Ikut aktif dalam edukasi keamanan digital, misalnya dengan mengikuti webinar, atau bergabung dalam komunitas yang membahas literasi digital. Dengan langkah strategis ini, Indonesia dan sesama negara anggota ASEAN berharap mampu menjawab tantangan kejahatan siber yang semakin kompleks dan lintas negara.

Komitmen yang Menegaskan Kebutuhan Kolaborasi

Komitmen ini juga mempertegas bahwa keamanan digital bukan hanya tanggung jawab teknologi, tapi juga kebijakan, kolaborasi, dan keterlibatan masyarakat. Dengan pendekatan yang terkoordinasi, diharapkan dapat menciptakan sistem keamanan digital yang lebih kuat dan efektif di kawasan ASEAN.


Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar