India Persetujui Dana Rp84 T untuk Eksportir Terdampak Tarif AS

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai India Persetujui Dana Rp84 T untuk Eksportir Terdampak Tarif AS menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.
India Persetujui Dana Rp84 T untuk Eksportir Terdampak Tarif AS

Pemerintah India Mengesahkan Paket Dukungan Ekspor Besar

Pemeruitah India telah mengesahkan paket dukungan sebesar 450,6 miliar rupee India (Rp84,8 triliun) untuk membantu eksportir yang terdampak kenaikan tarif impor oleh Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memperkuat daya saing produk ekspor India di pasar global yang menghadapi hambatan tarif tinggi.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Menteri Informasi India, Ashwini Vaishnaw, menyatakan bahwa kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban eksportir, terutama sektor kecil dan menengah, serta mendorong pertumbuhan ekspor negara.

Persetujuan Paket Bantuan Ekspor Bernilai Besar

Paket dukungan ekspor senilai 450,6 miliar rupee India mencakup berbagai skema untuk memudahkan akses pembiayaan bagi eksportir lokal. Termasuk di dalamnya adalah jaminan kredit sebesar 200 miliar rupee India (Rp37,6 triliun) tanpa jaminan agunan, yang dirancang untuk memperkuat modal usaha eksportir, terutama pelaku usaha kecil dan menengah.

Upaya ini muncul sebagai respons terhadap tekanan tarif tinggi dari AS yang menimbulkan tantangan signifikan terhadap ekspor India. “Pemerintah berkomitmen menyediakan dukungan konkret agar eksportir tetap kompetitif dan mampu memperluas pangsa pasar di tengah kondisi perdagangan global yang berubah,” kata Vaishnaw.

Dampak Tarif AS Terhadap Sektor Ekspor India

Pada akhir Agustus 2025, pemerintah AS menerapkan tarif hingga 50 persen pada produk-produk ekspor utama dari India, termasuk tekstil, perhiasan, dan produk laut. Kebijakan ini menyebabkan penurunan nilai ekspor ke AS sebesar hampir 12 persen pada September 2025 menjadi 5,43 miliar dolar AS (Rp90,6 triliun), menurut Federation of Indian Export Organisations (FIEO).

Sektor padat karya seperti tekstil dan makanan laut jadi yang paling terdampak, dengan laporan adanya kehilangan pekerjaan di pusat industri Tamil Nadu dan Gujarat. “Kenaikan tarif ini sangat menekan para eksportir dan mengancam stabilitas kerja di sektor-sektor kunci,” kata Vaishnaw.

Skema dan Program Pendukung Ekspor dalam Paket Bantuan India

Selain jaminan kredit, paket bantuan ini mencakup alokasi 250,6 miliar rupee India (Rp47,2 triliun) untuk pembiayaan perdagangan yang terjangkau bagi eksportir kecil, serta dukungan sarana logistik dan pemasaran selama enam tahun ke depan.

Program ini terbagi menjadi dua subskema utama, yakni Niryat Protsahan yang berfokus pada pembiayaan, dan Niryat Disha yang menyediakan dukungan non-finansial seperti pengujian produk dan partisipasi dalam pameran dagang internasional. “Kami ingin memperluas akses pasar sekaligus mendorong inovasi dan sertifikasi agar produk India lebih kompetitif di luar negeri,” kata Vaishnaw.

Inisiatif Lain yang Mendukung Ekspor India

Selain program bantuan tersebut, pemerintah juga sedang mempertimbangkan langkah-langkah tambahan untuk meningkatkan daya saing produk ekspor India. Ini termasuk pengembangan infrastruktur logistik, penguatan sertifikasi produk, dan pembentukan kemitraan strategis dengan negara-negara mitra dagang.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah India berharap dapat membangun fondasi yang kuat untuk sektor ekspor, sehingga mampu menghadapi tantangan global dan menjaga pertumbuhan ekonomi negara.


Kesimpulan: Semoga informasi mengenai India Persetujui Dana Rp84 T untuk Eksportir Terdampak Tarif AS ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar