Indef: Ekonomi 6 Persen Butuh Kredit Tumbuh Dua Kali Lipat

Indef: Ekonomi 6 Persen Butuh Kredit Tumbuh Dua Kali Lipat

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Indef: Ekonomi 6 Persen Butuh Kredit Tumbuh Dua Kali Lipat menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


Peran Kebijakan Moneter dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Direktur Pengembangan Big Data Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto, menyoroti pentingnya kebijakan moneter dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di tahun 2026. Menurutnya, pemerintah memiliki peluang untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen jika pertumbuhan kredit perbankan ditetapkan secara lebih agresif.

Sebelumnya, melalui kesepakatan dengan DPR RI, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 sebesar 5,4 persen dengan inflasi sebesar 2,5 persen. Namun, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi pada 2026 bisa melebihi angka tersebut, yaitu mencapai 6 persen.

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan pada 2026 berada di kisaran 8 hingga 12 persen, dengan titik tengah sekitar 10 persen. Sementara itu, pada tahun ini, pertumbuhan kredit perbankan tercatat mencapai 7,74 persen secara year on year (yoy) hingga Oktober 2025.

Eko mengungkapkan bahwa target pertumbuhan ekonomi 6 persen tidak sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kredit yang hanya berkisar antara 8 hingga 12 persen. Ia menilai hal ini kurang sesuai dengan data historis yang ada.

Refleksi Capaian Ekonomi Indonesia

Dalam diskusi publik bertajuk Catatan Akhir Tahun Indef: Liburan di Tengah Tekanan Fiskal, Eko merefleksikan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia selama era reformasi. Berdasarkan data CEIC, pertumbuhan ekonomi Indonesia pernah bergerak di kisaran 5,5 hingga 6 persen pada periode 2010—2014, saat pertumbuhan kredit perbankan mencapai hingga 20 persen.

Menurut Eko, jika pertumbuhan kredit hanya sebesar 8 persen, sulit bagi perekonomian untuk mencapai pertumbuhan 6 persen. Oleh karena itu, ia menyarankan agar pertumbuhan kredit perbankan ditingkatkan dua kali lipat dari saat ini, yaitu minimal 15 hingga 16 persen, agar target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen atau bahkan 6 persen dapat tercapai.

Optimisme dengan Kenaikan Target Kredit

Analisis Eko menunjukkan bahwa jika target pertumbuhan kredit perbankan dinaikkan dua kali lipat, ia lebih optimistis terhadap target pertumbuhan ekonomi pemerintah tahun depan sebesar 5,4 persen, bahkan berpeluang lebih tinggi. Namun, jika pertumbuhan kredit hanya ditargetkan 8 hingga 12 persen, ekonomi diperkirakan akan bergerak datar di kisaran 5 persen.

Alasan utamanya adalah fakta bahwa 70 persen dari ekonomi Indonesia masih bergantung pada likuiditas yang berasal dari penyaluran dana perbankan ke sektor riil. Jika perbankan tidak menyalurkan kredit secara agresif, maka pertumbuhan ekonomi tidak akan meningkat dari kondisi saat ini.

Peran Kebijakan Moneter yang Lebih Agresif

Eko menegaskan bahwa kebijakan moneter yang lebih agresif sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan peningkatan pertumbuhan kredit, sektor riil akan mendapatkan akses yang lebih besar terhadap dana perbankan, sehingga memicu aktivitas ekonomi yang lebih dinamis.

Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal. Dengan sinergi yang baik, pemerintah dan otoritas moneter dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berimbang.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Eko menilai bahwa target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2026 hanya akan tercapai jika pertumbuhan kredit perbankan ditingkatkan secara signifikan. Tanpa peningkatan tersebut, pertumbuhan ekonomi akan tetap stagnan di kisaran 5 persen, yang tidak sesuai dengan harapan pemerintah.

Dengan langkah-langkah yang tepat, Indonesia memiliki potensi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, terutama jika kebijakan moneter dan fiskal bekerja secara sinergis.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Indef: Ekonomi 6 Persen Butuh Kredit Tumbuh Dua Kali Lipat ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar