Ilmuwan Kembangkan Mata Robotik Pintar Tanpa Sumber Daya

Ilmuwan Kembangkan Mata Robotik Pintar Tanpa Sumber Daya

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Ilmuwan Kembangkan Mata Robotik Pintar Tanpa Sumber Daya yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pengembangan Mata Robotik yang Tidak Memerlukan Daya Eksternal

Sebuah tim peneliti dari Georgia Institute of Technology berhasil mengembangkan sebuah mata robotik yang mampu memfokuskan pandangan secara otomatis hanya dengan cahaya, tanpa memerlukan daya eksternal atau komponen elektronik. Lensa robotik ini memiliki tingkat kepekaan yang sangat tinggi hingga dapat membedakan bulu di kaki semut maupun lobus pada butiran serbuk sari.

Temuan ini menawarkan potensi besar dalam pengembangan teknologi soft robotics dengan kemampuan penglihatan canggih yang tidak bergantung pada baterai atau sensor listrik. Dalam wawancara, penulis utama studi, Corey Zheng, mahasiswa doktoral teknik biomedis di Georgia Institute of Technology, menjelaskan bahwa soft robotics bisa digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari teknologi yang dapat dikenakan hingga perangkat otonom yang beroperasi di medan tidak rata atau ruang berbahaya.

Zheng menambahkan bahwa robot jenis ini menuntut pendekatan baru dalam sistem sensorik karena tidak selalu menggunakan listrik. “Kalau kita bicara tentang robot yang lebih lembut dan lentur, mungkin tidak menggunakan listrik, maka kita perlu memikirkan bagaimana robot-robot ini dapat melakukan proses sensing,” ujarnya.

Bahan Dasar yang Membuat Teknologi Ini Berhasil

Lensa robotik tersebut terbuat dari hidrogel, yaitu bahan dengan struktur polimer yang dapat menahan dan melepaskan air. Hidrogel ini merespons panas dengan menyusut saat dipanaskan dan mengembang saat didinginkan. Peneliti membentuk cincin hidrogel di sekitar lensa silikon dan menyisipkan partikel grafena oksida berwarna gelap yang mampu menyerap cahaya. Ketika cahaya mengenai partikel tersebut, hidrogel memanas, menyusut, dan menarik lensa hingga fokus.

Dalam studi yang diterbitkan pada 22 Oktober di jurnal Science Robotics, Zheng dan pembimbingnya, Shu Jia, menemukan bahwa lensa ini dapat menggantikan lensa kaca mikroskop cahaya tradisional untuk melihat detail mikroskopis, seperti celah 4 mikrometer di antara cakar kutu, filamen jamur 5 mikrometer, atau bulu halus 9 mikrometer di kaki semut.

Integrasi dengan Sistem Mikrofluida

Zheng menjelaskan bahwa timnya kini tengah mengintegrasikan lensa tersebut ke dalam sistem mikrofluida yang terbuat dari bahan hidrogel serupa, sehingga cahaya yang digunakan untuk mengambil gambar juga dapat berfungsi sebagai sumber daya bagi sistem kamera otonom.

Ia menambahkan bahwa hidrogel bersifat adaptif dan berpotensi meniru kemampuan penglihatan hewan tertentu. Misalnya, mata kucing yang mampu mendeteksi objek kamuflase atau retina berbentuk W milik sotong yang memungkinkan penglihatan warna di luar jangkauan manusia. “Kami benar-benar dapat mengontrol lensa ini dengan cara yang sangat unik.”

Potensi Aplikasi Masa Depan

Teknologi ini membuka jalan bagi inovasi di bidang soft robotics yang lebih fleksibel dan efisien. Dengan kemampuan untuk beradaptasi terhadap lingkungan tanpa memerlukan energi eksternal, lensa robotik ini bisa menjadi komponen penting dalam berbagai perangkat otonom, termasuk robot medis atau alat surveilans di lingkungan berbahaya.

Selain itu, konsep ini juga memberikan wawasan baru tentang bagaimana bahan biologis dan material sintetis dapat bekerja sama untuk menciptakan sistem sensorik yang lebih canggih. Dengan terus dikembangkan, teknologi ini berpotensi mengubah cara kita memandang interaksi antara mesin dan lingkungan sekitarnya.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar