Ikan Sungai Tetap Jadi Favorit Warga Palangka Raya di Pasar Rajawali

Ikan Sungai Tetap Jadi Favorit Warga Palangka Raya di Pasar Rajawali

Informasi terkini hadir untuk Anda. Mengenai Ikan Sungai Tetap Jadi Favorit Warga Palangka Raya di Pasar Rajawali, berikut adalah fakta yang berhasil kami himpun dari lapangan.
Ikan Sungai Tetap Jadi Favorit Warga Palangka Raya di Pasar Rajawali

Pasar Rajawali di Palangka Raya Tetap Ramai Meski Hujan Mengguyur

Pasar Rajawali yang terletak di Jalan Rajawali, Palangka Raya, pada pagi hari ini terlihat cukup ramai. Meskipun beberapa area pasar sedikit becek akibat hujan yang turun semalam sebelumnya, para pedagang telah menata dagangan mereka dengan rapi.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pembeli mulai berdatangan ke pasar, termasuk beberapa ibu-ibu yang membawa tas belanja besar. Namun, suasana pasar tetap terasa nyaman karena tidak terlalu padat.

Salah satu produk utama yang diminati oleh warga adalah ikan sungai lokal. Salah satunya adalah saluang, ikan kecil pipih yang banyak ditemukan di sungai Kalimantan. Ikan ini dijual dengan harga Rp50 ribu per kilogram. Rasanya gurih dan renyah saat digoreng, membuatnya menjadi lauk favorit sehari-hari bagi masyarakat setempat.

Selain saluang, ada juga ikan lais yang dijual sekitar Rp60 ribu per kilogram, dengan harga yang bervariasi tergantung ukuran. Sementara itu, patin dijual dengan harga Rp25 ribu per kilogram.

Hasanah, salah satu pedagang ikan di pasar ini, menjelaskan bahwa harga ikan bisa berubah setiap harinya. Ia menyebutkan bahwa saluang dijual Rp50 ribu, lais bisa mencapai kisaran Rp50 hingga 120 ribu tergantung ukuran, dan patin dijual Rp25 ribu per kilogram.

Ikan-ikan ini biasanya diolah dengan berbagai cara di rumah. Saluang umumnya digoreng kering atau dibuat pepes, sementara lais dan patin sering dimasak dalam kuah kuning atau digoreng. Gabus biasanya diolah menjadi masak merah.

Cita rasa gurih dan manis dari ikan sungai membuatnya tetap menjadi pilihan utama keluarga di Palangka Raya. Yunaty, seorang warga Dayak yang juga sedang berbelanja pagi ini, mengatakan bahwa ikan sungai tetap menjadi lauk andalan karena rasanya lebih manis dibanding ikan tambak.

"Saluang digoreng kering atau pepes, lais dan patin dijadikan kuah kuning. Rasanya gurih, renyah, dan lebih manis daripada ikan tambak, jadi tetap disukai seluruh anggota keluarga," ujarnya sambil memilih saluang segar.

Meskipun fokus membeli ikan, Yunaty tetap membeli ayam setengah kilo sebagai lauk tambahan di rumah. Namun, harga ayam potong di pasar masih tinggi.

Risma, pedagang ayam di pasar tersebut, menjelaskan bahwa ayam dijual dengan harga Rp45 ribu per kilogram, dan harga ini sudah bertahan sekitar dua minggu terakhir.

"Harga tinggi karena pasokan dari tingkat pemotong mahal dan terbatas. Kalau beli seperempat kilo Rp15 ribu, setengah kilo Rp22.000, satu kilo Rp45 ribu," katanya.

Yunaty menambahkan bahwa meski hanya membeli sedikit ayam, ia tetap khawatir harga akan terus naik menjelang akhir tahun.

"Biasanya beli satu kilo, sekarang cukup setengah kilo saja," ujarnya.

Meski begitu, ia lebih sering membeli ikan sungai karena harganya relatif stabil dan rasanya manis. Ikan sungai, khususnya saluang dan lais, tetap menjadi primadona warga Palangka Raya.

Selain menjadi sumber protein harian yang tak tergantikan, ikan ini juga menyimpan nilai budaya, tradisi, dan cita rasa khas Kalimantan yang digemari lintas generasi.


Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Ikan Sungai Tetap Jadi Favorit Warga Palangka Raya di Pasar Rajawali. Semoga bermanfaat Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar