
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada sesi perdagangan pertama hari ini. Berdasarkan data yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun sebesar 0,41% atau terkoreksi 35,8 poin ke level 8.609,06 saat sesi siang berakhir.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Penurunan IHSG dipengaruhi oleh empat sektor yang mengalami tekanan, yaitu sektor Kesehatan yang turun 2,20%, barang baku turun 0,98%, teknologi turun 0,93%, dan sektor keuangan turun 0,49%. Sementara itu, beberapa sektor lainnya berhasil menguat, antara lain infrastruktur, barang konsumer non primer, barang konsumer primer, dan transportasi.
Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 22,27 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,41 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 289 saham mengalami penurunan, 357 saham menguat, dan 159 saham stagnan.
Daftar Top Losers di LQ45
Berikut adalah saham-saham yang mengalami penurunan terbesar di LQ45:
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO): Turun 6,68% ke harga Rp 1.815 per saham
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Turun 4,55% ke harga Rp 3.150 per saham
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Turun 3,17% ke harga Rp 3.660 per saham
Daftar Top Gainers di LQ45
Sementara itu, saham-saham berikut mengalami kenaikan terbesar di LQ45:
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Naik 2,44% ke harga Rp 3.360 per saham
- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA): Naik 2,40% ke harga Rp 1.280 per saham
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA): Naik 2,28% ke harga Rp 2.690 per saham
Grafik ADRO
Grafik pergerakan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dapat dilihat melalui TradingView. Pergerakan saham ini menunjukkan fluktuasi yang signifikan dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah adanya isu-isu terkait kinerja perusahaan dan kondisi pasar secara keseluruhan. Investor dan analis memantau perkembangan ADRO secara dekat, terutama karena dampaknya terhadap sektor pertambangan dan ekonomi nasional.
Komentar
Kirim Komentar