IHSG Rekor 24 Kali di Tahun 2025

IHSG Rekor 24 Kali di Tahun 2025

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai IHSG Rekor 24 Kali di Tahun 2025 menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


Jakarta – Meski menghadapi tekanan pada semester pertama tahun 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan mencatatkan kenaikan signifikan di paruh kedua tahun tersebut. Bahkan, IHSG mampu mencetak rekor baru dengan mencapai All Time High (ATH) sebanyak 24 kali sepanjang tahun.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pada akhir tahun 2025, IHSG menutup perdagangan dengan kenaikan sebesar 0,03% ke level 8.646,94 pada Selasa (30/12/2025). Nilai kapitalisasi pasar atau market cap mencapai Rp 15.871 triliun. Dalam seluruh tahun ini, IHSG telah menguat sebesar 22,13%.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman menjelaskan bahwa di semester pertama 2025, IHSG mengalami penurunan hingga mencapai level terendah sebesar 5.996. Hal ini disebabkan oleh kondisi global yang tidak stabil, termasuk pengumuman tarif resiprokal oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Selain itu, pelemahan rupiah dan konflik di kawasan Timur Tengah juga turut berkontribusi pada penurunan indeks.

Selama tahun 2025, IHSG sempat mengalami penurunan tajam hingga memasuki zona merah, sehingga terjadi pembekuan sementara perdagangan di seluruh Bursa Efek Indonesia (BEI). Pembekuan tersebut terjadi pada tanggal 18 Maret 2025 dan 8 April 2025. Pada 18 Maret 2025, IHSG anjlok hingga 5,03% jelang berakhirnya sesi pertama perdagangan. Sementara itu, pada 8 April 2025, IHSG langsung membuka perdagangan dengan penurunan sebesar 9,19%.

Untuk merespons situasi tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan SRO menetapkan langkah-langkah seperti buyback tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), serta dialog soliditas dan sinergi dengan stakeholder pasar modal. Selain itu, aturan terkait trading halt dan auto rejection diperbarui di semester pertama. Dengan penyesuaian ini, pasar modal berhasil rebound di paruh kedua tahun 2025.

Iman menjelaskan bahwa di semester kedua 2025, pasar saham dalam negeri didorong oleh penurunan suku bunga The Fed dan kebijakan pro-growth oleh pemerintah, termasuk injeksi likuiditas sebesar Rp 200 triliun. Berkat hal ini, IHSG mampu mencetak rekor demi rekor, termasuk mencapai 24 kali ATH sepanjang tahun dan total market cap tertinggi baru.

Rekor tertinggi IHSG berhasil dicatatkan pada 8 Desember 2025. Pada hari itu, IHSG mencapai level 8.711 dengan nilai kapitalisasi pasar alias market cap sebesar Rp 16.004 triliun. Kenaikan ini menjadi bukti bahwa pasar modal Indonesia mampu bangkit dan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan meskipun menghadapi berbagai tantangan di awal tahun.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai IHSG Rekor 24 Kali di Tahun 2025 ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar