
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
IHSG Ditutup Menguat di Akhir Tahun 2025
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menghijau pada level 8.646,94 pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa, 30 Desember 2025. Indeks saham naik sebesar 0,031 persen atau 2,68 poin dalam perdagangan terakhir bursa tahun 2025. Perdagangan saham akan kembali dibuka pada Jumat, 2 Januari 2026.
Hingga akhir sesi hari ini, indeks ditutup dengan nilai transaksi mencapai Rp 22,51 triliun, frekuensi perdagangan sebanyak 2,72 juta kali dan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 39,1 miliar lembar.
Pemimpin Bursa Mengungkap Kinerja Pasar Modal Tahun Ini
Pada penutupan bursa hari ini, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, menyatakan bahwa tahun 2025 menjadi tahun pembuktian ketahanan dan kesiapan pasar modal Indonesia. “Di tengah tekanan domestik dan global yang tinggi, pasar modal mampu menjaga stabilitas, bangkit kembali dan menoreh capaian kinerja yang solid,” ucapnya di Main Hall BEI, Jakarta, 30 Desember 2025.
Iman memaparkan kilas balik perdagangan saham tahun ini. Menurut dia, sepanjang paruh pertama 2025, Indonesia menghadapi dinamika global yang cukup berat yang menyebabkan tekanan terhadap pasar modal. Dimulai dari eskalasi perang dagang, volatilitas nilai tukar hingga meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Perkembangan IHSG di Paruh Kedua Tahun 2025
Pada pertengahan tahun, IHSG sempat mengalami koreksi yang cukup dalam, dengan titik terendah di pertengahan Maret hingga awal April 2025 mencapai level 5.996. Iman menyatakan bahwa paruh kedua 2025 merupakan kebangkitan IHSG. “Dari fase pemulihan hingga mampu mencetak rekor demi rekor,” ucapnya.
Capaian positif IHSG yang dipaparkan di antaranya mencetak harga tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) sebanyak 24 kali sepanjang tahun. Selain itu total kapitalisasi pasar tertinggi yang menyentuh lebih dari Rp 16 ribu triliun.
Perkembangan Investor dan IPO Tahun Ini
Selain itu, Iman menambahkan, pemulihan tercermin pada fundamental pasar. Jumlah investor pasar modal telah menembus 20 juta investor dengan rata-rata 901 ribu investor yang aktif bertransaksi secara bulanan. Lalu terdapat 26 pecatatan saham baru yang 6 di antaranya merupakan perusahaan besar atau lighthouse IPO (Initial Public Offering).
Meski jumlah IPO saham tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, total dana yang terkumpul sebesar Rp 18,1 triliun atau meningkat 27 persen dibandingkan tahun 2024.
Rekor dan Pertumbuhan Pasar Modal
Pasar modal Indonesia berhasil menunjukkan kemampuan untuk bertahan di tengah tantangan eksternal. Dalam satu tahun penuh, IHSG mampu mencatatkan kenaikan yang signifikan meskipun menghadapi berbagai tekanan ekonomi dan politik. Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia semakin matang dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Selain itu, pertumbuhan jumlah investor juga menjadi indikator penting tentang kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal. Angka 20 juta investor menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang mulai memahami manfaat investasi saham sebagai sarana pengembangan dana.
Tantangan dan Peluang di Tahun 2026
Dengan penutupan tahun 2025 yang positif, pasar modal Indonesia memiliki dasar yang kuat untuk menghadapi tahun 2026. Meskipun masih ada tantangan seperti inflasi, kenaikan suku bunga, dan situasi geopolitik, peluang untuk pertumbuhan tetap terbuka.
Kementerian Keuangan dan otoritas pasar modal akan terus memastikan kondisi pasar tetap stabil dan dapat memberikan keuntungan bagi para pemangku kepentingan. Dengan adanya regulasi yang baik dan kebijakan yang pro-investor, pasar modal Indonesia diharapkan bisa terus berkembang dan menjadi salah satu pusat investasi utama di Asia Tenggara.
Komentar
Kirim Komentar