
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Akbar Himawan Buchari, memberikan prediksi mengenai pertumbuhan ekonomi nasional yang diharapkan mencapai 6 persen pada tahun 2026. Prediksi ini didasarkan pada kebijakan pemerintah yang memberikan dukungan terhadap iklim dunia usaha.
Optimisme yang disampaikan oleh Akbar tidak berlebihan karena masih banyak pengusaha yang mampu bertahan di tengah ketidakstabilan kondisi global yang memengaruhi ekonomi nasional. Selain itu, Indonesia memiliki potensi pasar domestik yang sangat besar.
“Kita bisa rata-ratakan pertumbuhan kita di 2025 ini, dimana tidak ada kepastian ekonomi global yang pasti ada pengaruhnya kepada ekonomi nasional, dan kita berharap bagaimana kita bisa berdiri di atas kaki sendiri. Menguatkan sisi supply dan demand di dalam negeri, karena kita tahu potensi domestik market kita sangat luar biasa dan ini yang kita harapkan di 2026 bisa terjadi,” ujarnya saat menghadiri HIPMI New Year Run 2026 di Bandung, Selasa (30/12/2025).
Akbar menjelaskan bahwa kenaikan pertumbuhan ekonomi nasional akan mulai terasa di tahun 2026 karena banyak kebijakan pemerintah yang akan mulai bisa dipanen tahun depan. Ia melihat bahwa program pemerintah di tahun 2025 sudah sangat fokus. Investasi sudah lahir, APBN sudah diprioritaskan pada program strategis, dan ia berharap ini akan nanti hasilnya akan dituai di 2026. Jadi, jika rata-rata pertumbuhan 5 persen di 2025, ia yakin dan percaya tahun 2026 akan 6 persen.
Perkuat Kolaborasi
Ia juga berharap kolaborasi antara pemerintah dan para pelaku dunia usaha dapat diperkuat agar bisa menyerap angkatan kerja. Salah satunya dengan memberikan kepastian hukum dengan berbagai regulasi yang mendukung iklim bisnis. Ia juga mendukung program pemerintah yang bisa meningkatkan kemampuan calon pekerja.
“Nah, ini harus kerja bersama. Tentu dari sisi dunia usaha harus punya kepastian hukum terhadap iklim investasi bagaimana regulasi pemerintah yang berpihak terhadap dunia usaha. Makanya, saya berharap regulasi yang dilahirkan oleh pemerintah ini harus mengkomodir seluruh kebutuhan dari dunia usaha,” kata Akbar.
Sementara dari sisi organisasi, Akbar berharap HIPMI bisa terus tumbuh dan berkolaborasi dengan berbagai organisasi lain agar memiliki persepsi yang sama dalam konteks dunia usaha.
“Kita selalu melakukan konsolidasi dengan seluruh stakeholder lain, ada KADIN, ada APINDO. Kita selalu melakukan penyatuan persepsi agar aspirasi dari dunia usaha ini, jangan sporadis lagi. Kita kan perlu ada program yang sistematis kita kaji agar pemerintah bisa mengeluarkan regulasi yang berpihak kepada dunia usaha. Nah, itu kita sedang kita lakukan,” katanya.
Komentar
Kirim Komentar