Heboh Susu MBG Tiba dari Tiongkok, BGN Siapkan Larangan Impor Susu Segar

Heboh Susu MBG Tiba dari Tiongkok, BGN Siapkan Larangan Impor Susu Segar

Jagat maya sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Heboh Susu MBG Tiba dari Tiongkok, BGN Siapkan Larangan Impor Susu Segar. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.


Badan Gizi Nasional (BGN) sedang merancang aturan baru terkait pengadaan susu segar dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini diambil setelah beberapa waktu lalu, berita mengenai impor susu segar dari Tiongkok menjadi topik perbincangan hangat di media sosial.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa saat ini belum ada kewajiban untuk menggunakan susu segar lokal dalam program MBG. Namun, pemerintah akan segera melakukan perubahan kebijakan dan menegur satuan pelayanan pemenuhan gizi yang masih memakai produk impor.

"Kami akan membuat surat edaran agar susu segar impor tidak digunakan lagi dalam program MBG," ujar Dadan kepada aiotrade.co.id, Rabu (31/12).

Berdasarkan data yang dirilis oleh BGN, kebutuhan sapi perah untuk memenuhi permintaan MBG mencapai 855.000 ekor. Sayangnya, jumlah populasi sapi perah nasional hingga tahun lalu hanya sebesar 485.809 ekor.

Perkembangan Program Makan Bergizi Gratis

Program MBG diharapkan dapat berjalan lancar pada tahun 2026, dengan pemerintah fokus meningkatkan cadangan pangan agar harga tetap stabil. Selama libur sekolah, BGN lebih memprioritaskan penyediaan makanan bergizi bagi ibu hamil hingga balita.

Pada awal tahun depan, MBG akan dimulai kembali secara serentak pada 8 Januari. BGN memberikan kesempatan selama lima hari bagi pelaku program untuk persiapan.

Produk Susu Segar Impor yang Menimbulkan Kontroversi

Sebuah unggahan di akun X (@txtnnrrfh) menunjukkan produk susu segar bernama Opao yang diproduksi oleh Shandong Want Want Foods Ltd di Tiongkok. Produk ini kemudian diimpor oleh PT Want Want Indonesia yang berbasis di Tangerang Selatan, Banten.

Dalam komposisi Opao, terdapat kandungan air yang dominan, yaitu sekitar 86%, yang dicampur dengan gula dan bahan kimia lainnya. Hanya 1% dari isi kemasan yang terdiri dari susu skim bubuk. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kualitas dan nilai gizi produk tersebut.

Kendala dalam Pengadaan Susu Segar

Pemerintah mengakui bahwa penyediaan susu segar dalam program MBG masih menghadapi berbagai kendala. Salah satu hambatan utama adalah keterbatasan kapasitas pengemasan, terutama untuk kemasan khusus yang digunakan dalam program tersebut.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria, menjelaskan bahwa ukuran kemasan susu untuk MBG ditetapkan hanya 115 mililiter agar sesuai dengan alokasi anggaran per porsi. Namun, industri pengemasan susu nasional belum sepenuhnya siap memenuhi kebutuhan tersebut.

Menurut Merrijantij, kapasitas pengemasan susu segar khusus MBG saat ini hanya mencapai sekitar 2,3 juta unit per tahun. Padahal, ketika program MBG berjalan penuh, kebutuhan pengemasan diperkirakan mencapai 165,8 juta unit per pekan.

“Saat ini, industri susu segar masih mengalami kesulitan karena pabrik pengemasan untuk kemasan kecil belum mampu memenuhi kebutuhan. Mudah-mudahan tahun depan kapasitas ini sudah bisa dipenuhi,” kata Merrijantij kepada aiotrade.co.id, Senin (15/12).

Ia menambahkan bahwa selama ini mayoritas susu segar diproduksi dalam kemasan berukuran 225 mililiter. Oleh karena itu, sebagian kebutuhan MBG masih bergantung pada penyesuaian ukuran kemasan di pabrik pengemasan susu segar yang sudah ada.

Merrijantij menjadwalkan pabrik pengemasan akan menyelesaikan pengaturan mesin dan realisasi investasi tambahan pada tahun depan. Namun, ia masih enggan mengumumkan berapa nilai investasi total dalam pengubahan kemasan maupun jumlah pabrik eksisting yang berpartisipasi untuk memenuhi MBG.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar