
Duka yang Menggelayut di Rumah Mpok Alpa
\nEmpat hari sudah berlalu sejak Mpok Alpa pergi, namun rasa kehilangan di rumahnya masih terasa dalam. Anak-anak yang ditinggalkan oleh sosok ibu yang begitu dicintai masih merasakan kesedihan mendalam, masing-masing dengan cara yang berbeda. Perasaan rindu dan kehilangan terasa sangat dalam bagi setiap anggota keluarga.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Anak sulung Mpok Alpa, Sherly, masih sering pingsan akibat rindu yang tak terbendung. Pada hari kematian Mpok Alpa, ia sempat pingsan beberapa kali. Bahkan saat akan menuju pemakaman sang mama, ia harus dipapah oleh kerabat. Ia masih memikirkan ibunya dan tidak bisa melepaskan rasa sedih yang menghancurkannya. Idung, suami Mpok Alpa, menyebut bahwa Sherly masih lemas dan belum siap bertemu orang lain. Ia bahkan kerap memakai baju almarhumah untuk mengenang ibunya, hingga akhirnya membuatnya pingsan.
\nBerbeda dengan Sherly, anak kedua Mpok Alpa, Al Fatih alias Petong justru lebih tegar. Idung mengatakan bahwa Petong mulai memahami kematian ibunya. Hal ini karena Idung selalu memberinya semangat dan pengertian. Ia diajarkan untuk tetap hidup dan percaya bahwa mereka akan bertemu kembali nanti. Idung mengatakan bahwa ia secara perlahan membantu Petong memahami bahwa ibunya tidak pergi, tapi hanya menunggu mereka di tempat yang lebih baik.
\nKondisi yang lebih miris dialami oleh anak kembar Mpok Alpa, Raffa dan Raffi. Setelah sang mama tiada, keduanya masih mengalami sakit. Idung mengatakan bahwa ikatan batin antara anak dan orang tua memang sangat kuat. Untuk menenangkan mereka, Idung menempelkan baju almarhumah Mpok Alpa ke tubuh anak-anak. Mereka masih rindu dengan suara ibu yang biasa mereka dengar setiap hari. Suara khas Mpok Alpa yang biasa mengucapkan "assalamualaikum boboboy" menjadi bagian dari ingatan mereka yang terus terdengar.
\nKondisi Idung yang Masih Terpuruk
\nTidak hanya anak-anak, kondisi Idung juga tidak kalah memprihatinkan. Ia masih belum bisa masuk ke kamar tidur bersama Mpok Alpa. Hal ini disebabkan oleh bayangan sosok istri yang sangat dicintainya. Idung mengaku masih tidur di ruang tamu dan belum bisa menghadapi kekosongan di rumah. Ia menahan air mata sambil berharap Allah memberinya kekuatan untuk menghadapi masa depan dan membesarkan anak-anaknya.
\nIdung masih merasa bahwa Mpok Alpa ada di sisinya. Meskipun mimpi belum datang, ia merasakan kehadiran ibu itu melalui aroma khas yang selama 12 tahun ia rasakan. Kepergian Mpok Alpa mengajarkannya bahwa pertemuan adalah anugerah dan perpisahan adalah takdir. Ia berharap kepergian ibunya tidak membuat mereka kehilangan kenangan indah yang selama ini mereka miliki.
\nKanker Payudara yang Menjadi Penyebab Kematian
\nMpok Alpa meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker payudara. Komedian sekaligus presenter yang berusia 38 tahun itu pertama kali didiagnosis mengidap kanker pada tahun 2024. Diagnosis tersebut terjadi tepat saat ia sedang hamil anak kembar. Akibatnya, Mpok Alpa harus menjalani kemoterapi sambil mengandung. Setelah melahirkan, ia memaksimalkan pengobatannya, yang akhirnya menyebabkan rambutnya botak.
\nPenyakit kanker payudara yang diderita Mpok Alpa baru diketahui publik setelah ia tiada. Namun, beberapa artis seperti Raffi Ahmad, Irfan Hakim, hingga Asri Welas ternyata sudah mengetahui penyakitnya. Informasi ini terungkap setelah Raffi Ahmad membagikan momennya saat menjenguk Mpok Alpa di rumah sakit beberapa bulan lalu.
\nRaffi Ahmad menyampaikan doa dan ucapan perpisahan yang tulus untuk Mpok Alpa. Ia mengatakan bahwa kepergian ibu yang begitu baik dan penuh kasih itu mengajarkan makna pertemuan dan perpisahan. Ia berharap Mpok Alpa tenang di sisi-Nya dan mendapatkan tempat yang terbaik di surga.
Komentar
Kirim Komentar