Guru dan Kepala Madrasah Merangin Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap 19 Siswi

Guru dan Kepala Madrasah Merangin Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap 19 Siswi

Informasi terkini hadir untuk Anda. Mengenai Guru dan Kepala Madrasah Merangin Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap 19 Siswi, berikut adalah data yang berhasil kami rangkum dari lapangan.


JAMBI, aiotrade
Seorang guru yang juga menjabat sebagai kepala madrasah di Kabupaten Merangin, Jambi, diduga melakukan pencabulan terhadap sembilan belas siswinya sejak tahun 2003. Dugaan ini muncul setelah salah satu orangtua korban memberikan keterangan mengenai modus yang digunakan oleh terduga pelaku.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Menurut informasi yang diperoleh, modus dugaan pencabulan tersebut dilakukan dengan cara meminta korban untuk menghapus papan tulis atau mengoreksi tugas. Saat itulah terduga pelaku disebut melakukan perbuatan tidak senonoh dengan meraba bagian-bagian sensitif para siswi.

Salah satu orangtua korban, yang menginginkan identitasnya tidak dipublikasikan, mengungkapkan bahwa terduga pelaku sering kali meminta siswa laki-laki pulang terlebih dahulu sementara siswi ditahan di dalam kelas. "Dia meminta siswa cowok pulang duluan, dan menurut keterangan korban, mereka hanya diajak menonton video di TikTok atau YouTube di meja dia, tapi belum jelas video apa yang ditonton," ujar J, seperti dikutip dari sumber lokal.

Kasus ini terungkap setelah dua korban pulang dalam keadaan menangis dan menceritakan kejadian kepada orangtuanya. Setelah itu, beberapa siswi lain mulai mengakui adanya dugaan perbuatan serupa setelah saling berbagi cerita.

"Ada korban yang menangis ke orangtuanya dan berkata 'jangan marah ya', kemudian orangtuanya menjawab 'gak akan marah, ada apa', barulah dia menceritakan bahwa ada guru yang kanji (cabul)," kata J.

Dari pengakuan korban, nama-nama terduga pelaku mulai muncul. Dari situ, terungkap dugaan adanya belasan korban lain yang juga mengalami hal serupa.

J mengaku bahwa anaknya sendiri pernah menjadi korban pada tahun 2024 sebanyak dua kali. Namun, saat itu dirinya tidak langsung merespons karena sosok terduga pelaku dikenal memiliki penampilan agamis. "Dulu, lama sekali anak saya memang pernah ngadu, ada guru kanji (cabul), tapi gak terlalu saya tanggapin, karena pelaku ini tampangnya baik sekali," ujar J.

Saat ini, enam korban telah melapor ke Polres Merangin. Beberapa korban lain masih belum melapor karena memiliki hubungan keluarga dengan terduga pelaku.

Upaya konfirmasi kepada Sabardin, terduga pelaku, belum membuahkan hasil. Nomor teleponnya tidak dapat dihubungi, sementara pesan WhatsApp hanya mendapatkan ceklis satu.

Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah saat dikonfirmasi meminta agar pertanyaan dialihkan ke Humas. Namun, hingga berita ini ditayangkan, Humas Polres Merangin maupun Kasat Reskrim belum merespons panggilan dan pesan yang dikirimkan.

Fakta-Fakta Penting

  • Modus Pelaku: Terduga pelaku menggunakan alasan menghapus papan tulis atau mengoreksi tugas untuk memperoleh kesempatan menyentuh korban.
  • Peran Orangtua: Sejumlah orangtua korban akhirnya percaya setelah korban menangis dan menceritakan kejadian.
  • Korban yang Melapor: Hingga saat ini, enam korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
  • Tidak Responsifnya Pelaku: Nomor telepon dan pesan WhatsApp terduga pelaku tidak merespons.
  • Keberanian Korban: Beberapa korban lain belum melapor karena takut atau memiliki hubungan keluarga dengan pelaku.

Langkah Selanjutnya

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan jika mengetahui informasi terkait kejadian ini.

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Guru dan Kepala Madrasah Merangin Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap 19 Siswi. Semoga menambah wawasan Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar