Guru Besar UB: Campuran Etanol 30 Persen Aman untuk Kendaraan

Guru Besar UB: Campuran Etanol 30 Persen Aman untuk Kendaraan

Pasar smartphone kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Guru Besar UB: Campuran Etanol 30 Persen Aman untuk Kendaraan yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.


MALANG, aiotrade.app
- Prof. Dr. Eng. Ir. I N.G. Wardana, M.Eng, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB), menjelaskan bahwa penggunaan campuran etanol pada bahan bakar minyak (BBM) hingga kadar 30 persen tidak hanya aman untuk mesin kendaraan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas bahan bakar secara signifikan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Temuan ini membantah kekhawatiran sebagian masyarakat mengenai potensi kerusakan mesin akibat bioetanol. Menurut Wardana, isu penyerapan air oleh etanol baru menjadi masalah jika konsentrasinya sangat tinggi, jauh di atas ambang batas yang direkomendasikan. "Untuk campuran hingga 30 persen, tidak ada masalah sama sekali. Justru kualitas bahan bakar akan meningkat," kata Wardana, Jumat (17/10/2025).

Wardana mengungkapkan bahwa penelitian mengenai gasohol (campuran bensin dan alkohol) di Universitas Brawijaya bukanlah hal baru. Riset ini telah dirintis sejak dekade 1980-an dengan dukungan dana dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), di bawah arahan langsung Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie. "Dulu di era 80-an, kami mendapat dana riset besar dari BPPT atas inisiasi Pak Habibie. Tujuannya, menguji penggunaan etanol 20 hingga 30 persen yang dicampur ke dalam bensin," kenangnya.

Riset tersebut didorong oleh potensi besar Indonesia sebagai produsen etanol dari sumber daya alam melimpah seperti singkong. Namun, program strategis itu terpaksa berhenti karena harga bahan bakar fosil saat itu sangat murah, sehingga pengembangan bioenergi dianggap belum mendesak. "Kondisi sekarang sudah 180 derajat berbeda. Harga BBM melambung tinggi dan kita menjadi negara importir. Ide cemerlang Pak Habibie untuk beralih ke bahan bakar bersih seperti etanol kini menjadi sangat relevan," jelasnya.

Penelitian terkini yang dilakukan Wardana bersama mahasiswa pascasarjana di UB semakin memperkuat temuan sebelumnya. Hasilnya, penambahan etanol terbukti secara efektif meningkatkan angka oktan pada BBM. Oktan yang lebih tinggi menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna dan efisien di dalam mesin, sehingga performa kendaraan meningkat dan emisi gas buang menjadi lebih bersih. "Hasil riset kami menunjukkan, penambahan etanol secara langsung meningkatkan kualitas bahan bakar. Artinya, jika kita menggunakan BBM dengan oktan lebih rendah lalu dicampur dengan etanol sesuai takaran, kualitasnya bisa setara dengan BBM beroktan tinggi," paparnya.

Temuan riset ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah melalui Kementerian ESDM yang sedang mempersiapkan mandatori penggunaan E10 (campuran etanol 10 persen) untuk bensin dan B50 (campuran biodiesel 50 persen) untuk solar pada 2026. Wardana mendukung langkah ini karena dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor minyak. "Hampir seluruh BBM yang kita impor dialokasikan untuk sektor transportasi. Dengan menerapkan program E10 atau B50 secara konsisten, ketergantungan impor kita bisa ditekan hingga 10 sampai 20 persen. Ini adalah langkah konkret menuju kemandirian energi nasional," pungkasnya.

Keuntungan Penggunaan Etanol dalam BBM

  • Peningkatan Kualitas Bahan Bakar
    Etanol memiliki sifat kimia yang dapat meningkatkan angka oktan pada bahan bakar. Angka oktan yang lebih tinggi berarti pembakaran yang lebih sempurna, sehingga mesin bekerja lebih efisien dan menghasilkan tenaga yang lebih baik.

  • Pengurangan Emisi Gas Buang
    Pembakaran yang lebih sempurna juga mengurangi jumlah emisi gas buang, termasuk karbon monoksida dan partikel halus. Hal ini memberikan manfaat lingkungan yang signifikan.

  • Penghematan Biaya BBM
    Dengan mencampurkan etanol ke dalam bensin, konsumen dapat memperoleh bahan bakar berkualitas tinggi tanpa harus membeli BBM beroktan tinggi yang biasanya lebih mahal.

  • Kemandirian Energi Nasional
    Indonesia memiliki sumber daya alam yang cukup untuk produksi etanol, seperti singkong dan limbah pertanian. Dengan memanfaatkannya, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.

Tantangan dan Solusi dalam Implementasi Etanol

  • Stabilitas Harga BBM
    Salah satu tantangan utama dalam penerapan etanol adalah fluktuasi harga bahan bakar fosil. Ketika harga BBM turun, permintaan terhadap campuran etanol cenderung menurun. Untuk mengatasi ini, pemerintah perlu memberikan insentif atau subsidi agar masyarakat tetap tertarik menggunakan campuran etanol.

  • Infrastruktur dan Distribusi
    Penggunaan etanol memerlukan infrastruktur khusus untuk distribusi dan penyimpanan. Perlu adanya investasi dalam pengembangan fasilitas produksi dan pengisian bahan bakar yang ramah etanol.

  • Edukasi dan Kesadaran Masyarakat
    Banyak masyarakat masih ragu terhadap keamanan dan efisiensi penggunaan etanol. Edukasi melalui kampanye dan pelatihan teknis sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat etanol.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar