Pencapaian Signifikan Eka Hospital dalam Layanan Ortopedi
Selama tahun 2024 hingga 2025, Eka Hospital melalui Gatam Institute mencatatkan pencapaian penting dalam bidang layanan ortopedi. Salah satu yang menonjol adalah penyelesaian sebanyak 100 tindakan operasi Total Knee Replacement (TKR) menggunakan teknologi Velys Robotic-Assisted Surgery. Proses tersebut berhasil dilakukan tanpa adanya infeksi dan mortalitas, menunjukkan standar keselamatan pasien yang sangat tinggi.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
CEO Eka Hospital Group, drg. Rina Setiawati, menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan layanan ortopedi. Menurutnya, keberhasilan ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi fondasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan medis yang lebih unggul dan berkelas internasional.
Chairman Gatam Institute, Dr. dr. Luthfi Gatam, SpOT (K) Spine, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemanfaatan teknologi mutakhir dan kompetensi tinggi dari tim medis. Ia menegaskan bahwa capaian nol infeksi dan nol mortalitas mencerminkan integrasi sistem keselamatan pasien, keahlian dokter, serta pengendalian mutu yang ketat di bawah Gatam Institute.
Capaian ini memberikan dampak positif terhadap kepercayaan masyarakat dan tenaga kesehatan. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah pasien rujukan dari berbagai daerah di Indonesia yang mencari layanan ortopedi berteknologi tinggi dengan rekam jejak keselamatan yang baik.
Eka Hospital menegaskan komitmennya dalam pengembangan layanan ortopedi nasional. Rumah sakit ini tercatat sebagai rumah sakit pertama di Indonesia yang memiliki dua teknologi robotik, yaitu untuk operasi tulang belakang dan penggantian sendi lutut.
Beberapa dokter spesialis ortopedi yang terlibat dalam tindakan TKR robotik ini antara lain dr. Ricky Hutapea, SpOT (K) Hip & Knee, dr. Jamot Silitonga, SpOT (K) Hip & Knee, dan dr. Muhammad Budimansyah, SpOT (K) Hip & Knee.
Dokter Ricky Hutapea menjelaskan bahwa teknologi Velys Robotic-Assisted Total Knee Replacement membantu ahli bedah mencapai tingkat presisi yang lebih tinggi. Hal ini berkontribusi pada pemulihan pasien yang lebih cepat dan optimal.
Dengan kehadiran teknologi TKR robotik Velys, Indonesia kini sejajar dengan negara-negara tetangga dalam penerapan teknologi bedah ortopedi mutakhir. Didukung oleh dokter berstandar internasional di Gatam Institute, masyarakat kini dapat memperoleh layanan operasi lutut berteknologi tinggi di dalam negeri dengan kualitas setara global, lebih nyaman, dan lebih efisien.
Teknologi Velys dalam Operasi Ortopedi
Teknologi Velys Robotic-Assisted Surgery dirancang untuk meningkatkan akurasi dan presisi dalam operasi penggantian sendi lutut. Dengan menggunakan sistem robotik, dokter dapat merancang prosedur yang sesuai dengan kondisi anatomis pasien secara individual. Hal ini memungkinkan penghapusan jaringan yang tidak sehat dan pemasangan implant yang tepat, sehingga mengurangi risiko komplikasi dan mempercepat masa pemulihan.
Keunggulan utama dari teknologi ini adalah kemampuannya dalam memberikan rencana operasi yang detail sebelum prosedur dimulai. Sistem ini juga memungkinkan dokter untuk melakukan evaluasi real-time selama operasi, sehingga dapat menyesuaikan langkah-langkah jika diperlukan.
Peran Dokter Berpengalaman
Kepakaran dokter-dokter spesialis ortopedi di Gatam Institute menjadi faktor kunci dalam keberhasilan operasi TKR robotik. Mereka tidak hanya terlatih dalam penggunaan teknologi Velys, tetapi juga memiliki pengalaman luas dalam menangani kasus-kasus kompleks. Kombinasi antara teknologi canggih dan keahlian medis ini menjadi dasar dari keberhasilan yang dicapai.
Impak terhadap Masyarakat
Pencapaian ini memberikan dampak besar terhadap masyarakat. Banyak pasien yang sebelumnya harus melakukan perjalanan ke luar negeri untuk mendapatkan pengobatan ortopedi berkualitas kini dapat memperoleh layanan yang setara di dalam negeri. Hal ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan lokal.
Tantangan dan Peluang Masa Depan
Meskipun pencapaian ini menunjukkan kemajuan yang signifikan, masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Misalnya, keterbatasan akses ke teknologi seperti Velys di berbagai daerah. Namun, dengan komitmen Eka Hospital dan Gatam Institute, peluang untuk memperluas akses layanan ortopedi berbasis teknologi akan terus berkembang.
Komentar
Kirim Komentar