Gubernur NTT Minta Pos Kupang Tetap Jaga Kritik, Jangan Salah Sasaran

Gubernur NTT Minta Pos Kupang Tetap Jaga Kritik, Jangan Salah Sasaran

Isu politik kembali mencuat. Mengenai Gubernur NTT Minta Pos Kupang Tetap Jaga Kritik, Jangan Salah Sasaran, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
Gubernur NTT Minta Pos Kupang Tetap Jaga Kritik, Jangan Salah Sasaran

Gubernur NTT Ajak Pos Kupang Tetap Kritis dan Independen

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menyampaikan harapan kepada SKH Pos Kupang agar tetap menjaga kritik yang independen dan menjadi pengawas dalam pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa peran media seperti Pos Kupang sangat penting dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas pemerintah.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pada acara Pos Kupang Award di Aston Kupang, Selasa (16/12/2025), Gubernur Melki mengungkapkan rasa terima kasih atas kontribusi Pos Kupang selama 33 tahun terakhir. Ia menilai bahwa pemberitaan Pos Kupang menjadi referensi yang dapat dipertanggungjawabkan, terutama saat bencana alam melanda pulau Flores beberapa tahun lalu.

"Kami berterima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya yang selama 33 tahun terus mewarnai dan berkontribusi serta mendukung pembangunan NTT dengan caranya," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tugas pers adalah menjadi watchdog atau pengawas pembangunan di NTT. Ia menyarankan agar Pos Kupang lebih sering memberikan kritik yang konstruktif, karena hal itu dinilai bagus untuk proses pembangunan.

Transformasi Ekonomi NTT Menuju Produktif

Melki juga menyampaikan rencana transformasi ekonomi NTT dari konsumtif menjadi lebih produktif. Ia menyoroti defisit perdagangan NTT pada tahun 2024 yang mencapai Rp 51 triliun, yang menunjukkan kondisi yang tidak sehat.

Untuk mengatasi ini, Pemprov NTT mendorong perekonomian berbasis potensi lokal melalui program seperti OVOP, OSOP, OCOP, dan NTT Mart. Program ini bertujuan untuk memperkuat UMKM dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Salah satu langkah yang diambil adalah mengarahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pasar pasti bagi produk lokal. Mereka diwajibkan melakukan belanja minimal sebesar Rp 100 ribu per bulan di NTT Mart. Langkah ini diharapkan bisa membantu pertumbuhan ekonomi lokal.

Pentingnya Proteksi Produk Lokal

Selain itu, Melki menekankan perlunya proteksi terhadap produk lokal melalui wadah penjualan yang memadai. Dengan adanya NTT Mart, pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) memiliki kesempatan untuk menawarkan produk mereka secara lebih luas.

Ia juga meminta agar istilah "pelaku UMKM" diganti dengan "pengusaha UMKM", karena menurutnya istilah tersebut lebih tepat dan menghargai para pelaku usaha.

Peran Pos Kupang dalam Jurnalisme Makna

Dalam kesempatan ini, Gubernur Melki juga menyebut bahwa pendiri Kompas, Jacob Oetama, pernah menyampaikan bahwa jurnalisme tidak hanya sekadar menyampaikan fakta, tetapi juga memberi makna dan inspirasi.

Ia percaya bahwa Pos Kupang telah memberikan jurnalisme makna dalam pemberitaannya. Menurutnya, Pos Kupang dikenal sebagai media yang bersahabat namun tetap tegas jika ada kesalahan.

"Pos Kupang dari dulu begini saja. Berteman-berteman, tapi kalau salah dia sikat. Itu betul. Kami menerima dengan senang hati dan menghormati," katanya.

Kolaborasi untuk Pembangunan NTT

Acara Pos Kupang Award kali ini juga dirayakan dalam nuansa perayaan HUT ke-67 NTT. Melki mengajak Pos Kupang untuk terus berkolaborasi dalam membangun NTT. Ia berharap SKH Pos Kupang tetap menjaga idealisme, independensi, dan profesionalisme dalam pemberitaan.

"Baik yang keras maupun yang lunak. Mengkritik atau memuji, silahkan. Suka-suka Pos Kupang. Yang penting sesuai fakta dan analisis," tambahnya.

Dengan dukungan media seperti Pos Kupang, NTT diharapkan bisa terus berkembang dan maju secara berkelanjutan.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar