Gubernur Jenderal Australia Sebut Indonesia Negara Paling Dekat

Gubernur Jenderal Australia Sebut Indonesia Negara Paling Dekat

Isu politik kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Gubernur Jenderal Australia Sebut Indonesia Negara Paling Dekat, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.


Gubernur Jenderal Australia, Sam Mostyn, menyambut Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Rumah Pemerintahan, Sydney, Australia, pada Rabu (12/11). Pertemuan ini menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara dua negara.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Dalam pertemuan tersebut, Mostyn menegaskan bahwa Australia memiliki hubungan yang paling dekat dengan Indonesia dibandingkan dengan negara lain. Ia menekankan bahwa kedekatan ini telah terbentuk selama bertahun-tahun dan menjadi fondasi utama kerja sama antara kedua negara.

"Kami sangat terikat satu sama lain. Tidak ada hubungan yang lebih dekat bagi Australia selain dengan Indonesia," ujar Mostyn saat menyambut Prabowo.

Mostyn juga menyampaikan rasa senangnya atas kunjungan Prabowo ke Australia untuk pertama kalinya sebagai Presiden. Ia mengapresiasi keputusan Prabowo yang menjadikan Australia sebagai negara tujuan pertama di luar kawasan ASEAN setelah dilantik sebagai presiden.

"Saya tahu Anda sudah sering datang ke sini sebelumnya, tapi belum pernah sebagai Presiden, jadi kami sangat senang menyambut Anda. Dan saya rasa Anda menunjukkan kedekatan itu dengan menjadikan ini kunjungan pertama Anda di luar ASEAN," kata dia.

Prabowo menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari Pemerintah Australia. Ia menuturkan bahwa pertemuan tersebut menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

"Terima kasih banyak, Yang Mulia. Ini pertama kalinya saya datang sebagai Presiden," ujar Prabowo.

Selama percakapan, Mostyn juga mengenang hubungan baik yang telah terjalin selama 75 tahun antara Indonesia dan Australia. Ia menekankan bahwa hubungan ini tidak hanya berlandaskan kepentingan politik, tetapi juga didasari oleh persaudaraan dan kepercayaan yang kuat.

"Saya tahu tahun lalu kita merayakan 75 tahun hubungan antara dua bangsa kita," ujar Mostyn.

Pertemuan ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat hubungan diplomatik, ekonomi, dan sosial. Selain itu, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang seperti perdagangan, pendidikan, dan pertahanan.

Beberapa isu yang dibahas dalam pertemuan ini meliputi:

  • Perkembangan situasi regional dan global yang berdampak pada kawasan Asia Pasifik.
  • Pentingnya stabilitas dan perdamaian di kawasan, terutama dalam konteks keamanan maritim.
  • Kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan, termasuk investasi dan pengembangan infrastruktur.

Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi Prabowo untuk memperkenalkan visi dan strategi pemerintahannya dalam membangun hubungan yang lebih kuat dengan negara-negara sahabat, termasuk Australia.

Sebagai bagian dari kunjungan ini, Prabowo juga akan menghadiri beberapa acara penting di Australia, termasuk pertemuan dengan pejabat tinggi, tokoh bisnis, dan masyarakat Indonesia yang tinggal di sana.

Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan hubungan antara Indonesia dan Australia dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar