Fitur Auto Brake Hold Bikin Kagok Pengemudi Saat Macet

Fitur Auto Brake Hold Bikin Kagok Pengemudi Saat Macet

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Fitur Auto Brake Hold Bikin Kagok Pengemudi Saat Macet yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.


Fitur Auto Brake Hold kini semakin umum ditemukan pada mobil terbaru, baik yang menggunakan mesin bensin, hybrid, maupun listrik. Fitur ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan berkendara, terutama saat menghadapi kemacetan atau situasi stop and go di jalanan perkotaan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pengamat otomotif sekaligus akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa Auto Brake Hold berfungsi menjaga tekanan rem secara otomatis ketika kendaraan berhenti. Dengan begitu, pengemudi tidak perlu terus menekan pedal rem saat menunggu lampu merah atau berada di kemacetan panjang.

“Fungsi fitur bantuan Auto Brake Hold adalah sebagai alat bantu yang secara otomatis mempertahankan tekanan rem saat kendaraan berhenti tanpa perlu pengemudi terus menginjak pedal rem dengan mengintegrasikan brake pedal position sensor, ABS atau ESC, Electronic Brake Control Module pada EV atau hybrid untuk regenerative braking system,” buka Yannes kepada aiotrade.app Rabu (22/10/2025).


Menurutnya, kehadiran fitur ini membuat pengalaman berkendara lebih nyaman dan mengurangi kelelahan pengemudi. Kondisi seperti kemacetan parah atau berhenti di tanjakan menjadi lebih mudah dikendalikan tanpa harus repot memainkan pedal rem secara manual.

“Dengan fitur ini tentunya pengemudi dapat mengurangi kelelahan dan meningkatkan kenyamanan berkendara saat menghadapi kemacetan serta stop and go dalam frekuensi tinggi di jalanan kota yang macet apalagi saat berhenti di tanjakan,” ungkapnya.

Namun, Yannes mengingatkan bahwa penggunaan Auto Brake Hold perlu disesuaikan dengan karakter jalan di Indonesia. Menurutnya, fitur ini bisa jadi kurang efektif bila dioperasikan secara kaku di tengah kondisi lalu lintas yang tidak teratur dan penuh kejutan.


“Nah, ini yang menarik, di jalan kota Indonesia yang macet dan padat, Auto Brake Hold bisa menjadi gangguan jika tidak dipahami atau digunakan secara kaku,” ujar Yannes.

Bikin kagok
Ia mencontohkan, di situasi macet ekstrem dengan jarak antar kendaraan yang sangat rapat atau ketika ada pengendara motor dan pejalan kaki tiba-tiba melintas di depan mobil, sistem ini bisa membuat mobil bereaksi kurang luwes. Hal itu justru bisa menghambat kelancaran di kondisi lalu lintas yang tidak menentu.

“Fitur ini bakal kurang optimal dalam kemacetan ekstrem tidak terpola seperti yang banyak terjadi di kota besar kita dengan jarak sangat rapat dan tiba-tiba ada pejalan kaki atau motor nyelonong atau memotong di depan mobil kita,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa fitur Auto Brake Hold sebaiknya digunakan dengan pemahaman dan kewaspadaan penuh, bukan sekadar mengandalkan otomatisasi. Pasalnya, fleksibilitas pengemudi tetap dibutuhkan untuk menyesuaikan reaksi terhadap dinamika jalan.

“Bagi pengendara yang terlalu kaku, Auto Brake Hold bahkan bisa jadi penghambat karena kurang luwes dalam menyikapi situasi jalan macet yang chaos tersebut,” pungkasnya.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar