Elon Musk Kaya Seperti Negara, Lebih Besar dari Ekonomi Belgia

Elon Musk Kaya Seperti Negara, Lebih Besar dari Ekonomi Belgia

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Elon Musk Kaya Seperti Negara, Lebih Besar dari Ekonomi Belgia menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kekayaan Elon Musk Tembus 726,3 Miliar Dolar AS di Akhir Tahun 2025

Kekayaan Elon Musk kembali mencatatkan rekor baru pada akhir tahun 2025. Berdasarkan daftar Forbes Real-Time Billionaires, kekayaan CEO Tesla tersebut mencapai 726,3 miliar dolar AS atau setara Rp 12.124,9 triliun (asumsi kurs Rp 16.694 per dolar AS) hingga penutupan perdagangan Rabu (31/12/2025). Angka ini menunjukkan bahwa kekayaan Musk setara dengan ekonomi terbesar ke-23 dunia.

Nilai tersebut melampaui produk domestik bruto (PDB) Belgia sebesar 716 miliar dolar AS atau Rp 11.951,1 triliun, serta berada di atas Irlandia, Argentina, dan Swedia. Namun, kekayaannya masih di bawah Taiwan yang memiliki PDB sebesar 884 miliar dolar AS atau sekitar Rp 14.757,5 triliun, menurut Dana Moneter Internasional (IMF).

Pada hari terakhir perdagangan 2025, kekayaan Elon Musk turun sebesar 3,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 55,1 triliun. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya saham Tesla sebesar 1 persen ke level 449,72 dolar AS atau sekitar Rp 7,50 juta per saham. Meski demikian, saham Tesla tetap mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun. Hingga akhir 2025, saham produsen kendaraan listrik tersebut naik 18 persen dan sempat diperdagangkan mendekati 500 dolar AS atau sekitar Rp 8,35 juta per saham.

Elon Musk telah menempati posisi orang terkaya di dunia sejak Mei 2024. Ia melampaui CEO LVMH Bernard Arnault, yang sebelumnya menduduki posisi teratas selama sekitar empat bulan, sebelum putusan pengadilan di Delaware membatalkan paket kompensasi Tesla milik Musk.

Di bawah Elon Musk, daftar orang terkaya dunia diisi oleh pendiri Google Larry Page dengan kekayaan 256,9 miliar dolar AS atau Rp 4.288,7 triliun. Posisi berikutnya ditempati Chairman Oracle Larry Ellison sebesar 245 miliar dolar AS atau Rp 4.090,0 triliun, disusul pendiri Amazon Jeff Bezos dengan 242,2 miliar dolar AS atau Rp 4.043,3 triliun, serta Sergey Brin sebesar 237,1 miliar dolar AS atau Rp 3.958,2 triliun.

Besarnya kekayaan Elon Musk juga terlihat jika dibandingkan dengan nilai pasar perusahaan global. Nilainya melampaui kapitalisasi pasar Oracle yang mencapai 560 miliar dolar AS atau Rp 9.348,6 triliun, Johnson & Johnson sebesar 498,6 miliar dolar AS atau Rp 8.321,1 triliun, serta LVMH dengan nilai 375,9 miliar dolar AS atau Rp 6.273,7 triliun.

Jika disejajarkan dengan aset kripto, kekayaan Musk hampir setara dengan nilai total pasar kripto global pada 2018 yang mencapai 773 miliar dolar AS atau sekitar Rp 12.907,3 triliun. Nilai tersebut juga lebih dari dua kali lipat kapitalisasi pasar ethereum pada 2025 yang sebesar 358 miliar dolar AS atau Rp 5.976,5 triliun, dan berada di bawah bitcoin yang bernilai 1,7 triliun dolar AS atau sekitar Rp 28.379,8 triliun, menurut CoinGecko.

Lonjakan kekayaan Elon Musk sepanjang 2025 merupakan lanjutan reli sejak akhir 2024. Pada November 2024, kekayaannya menembus 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp 5.008,2 triliun. Sebulan kemudian, ia menjadi orang pertama di dunia dengan kekayaan 400 miliar dolar AS atau Rp 6.677,6 triliun. Rekor terus berlanjut pada 2025. Oktober menjadi momen ketika kekayaan Musk mencapai 500 miliar dolar AS atau sekitar Rp 8.347,0 triliun.

Awal Desember, nilainya menembus 600 miliar dolar AS atau Rp 10.016,4 triliun, sebelum melampaui 700 miliar dolar AS atau Rp 11.685,8 triliun hanya dalam hitungan hari. Salah satu pendorong utama lonjakan tersebut adalah langkah SpaceX yang meluncurkan penawaran tender dengan valuasi perusahaan mencapai 800 miliar dolar AS atau Rp 13.355,2 triliun, naik dua kali lipat dibandingkan Agustus. Langkah ini menambah kekayaan Musk sekitar 168 miliar dolar AS atau Rp 2.804,6 triliun.

Selain itu, Mahkamah Agung Delaware membatalkan putusan pengadilan tingkat bawah yang sebelumnya membatalkan opsi saham Tesla milik Musk senilai sekitar 139 miliar dolar AS atau Rp 2.320,5 triliun. Putusan tersebut mendorong nilai kekayaan Musk mendekati 750 miliar dolar AS atau sekitar Rp 12.520,5 triliun. Forbes sebelumnya memangkas nilai opsi saham itu sebesar 50 persen sejak Januari 2024.

Dengan dinamika tersebut, Musk kini berada di jalur menuju rekor berikutnya. Pada November, pemegang saham Tesla menyetujui paket kompensasi yang berpotensi membuat kekayaannya mendekati 1 triliun dolar AS atau sekitar Rp 16.694 triliun, jika sejumlah target perusahaan tercapai dalam satu dekade ke depan.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Elon Musk Kaya Seperti Negara, Lebih Besar dari Ekonomi Belgia ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar