Ekonomi Tumbuh, Kesempatan Merata

Ekonomi Tumbuh, Kesempatan Merata

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Ekonomi Tumbuh, Kesempatan Merata menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Peran UMKM dan Koperasi dalam Perekonomian Nasional

Ekonomi Indonesia ke depan harus meminimalisasi kesenjangan dan tumbuh secara merata. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan pengawasan yang kuat melalui konstitusi dalam bentuk undang-undang. Burhanuddin Abdullah, selaku dewan pembina BA Center, menekankan bahwa tulang punggung perekonomian nasional adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi. Sebab, sekitar 60 persen aktivitas ekonomi nasional berasal dari UMKM, sementara 97 persen tenaga kerja Indonesia diserap oleh UMKM dan koperasi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan terhadap UMKM dan koperasi.

Menurut mantan Menteri Koordinator Perekonomian itu, koperasi memiliki posisi strategis karena merupakan perwujudan ideologi ekonomi bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menekankan azas kekeluargaan dalam penyusunan perekonomian nasional.

BA Center mendukung berbagai kebijakan pemerintah, termasuk pembangunan lebih dari 80.000 Koperasi Desa Merah Putih, sebagai bagian dari upaya pemerataan ekonomi. “Kita ingin pertumbuhan ekonomi tidak lagi menciptakan kesenjangan, tetapi justru lahir dari pemerataan aktivitas dan kesempatan ekonomi,” tegas Burhanuddin di Jakarta, Senin (29/12).

Pernyataan ini disampaikan dalam refleksi akhir tahun mengenai arah strategis penguatan ekonomi nasional dalam sebuah forum yang diselenggarakan di Hotel Ritz-Carlton SCBD, Jakarta pada Senin (29/12).

Pentingnya Pembentukan Undang-Undang Sistem Perekonomian Nasional

Menurut Burhanuddin, pentingnya pembentukan Undang-Undang Sistem Perekonomian Nasional sebagai amanat konstitusi. Saat ini, naskah akademik RUU tersebut telah diselesaikan dan proses penyusunan batang tubuh undang-undang tengah berlangsung.

Dalam kesempatan itu, Burhanuddin menegaskan bahwa refleksi akhir tahun merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas capaian yang telah diraih, sekaligus merancang agenda strategis ke depan. Adapun BA Center bersama Lembaga Kajian Prasasti sepanjang 2025 telah memfokuskan langkah pada penguatan fondasi kebijakan ekonomi nasional.

“Di tahun 2025, salah satu langkah penting yang kita lakukan adalah pembentukan Lembaga Kajian Prasasti dan BA Center. Keduanya memiliki fokus yang berbeda namun saling melengkapi,” ujar mantan gubernur Bank Indonesia itu.

Fokus Kajian Lembaga Kajian Prasasti

Lembaga Kajian Prasasti diarahkan untuk mengkaji kebijakan makro ekonomi yang meliputi kebijakan moneter, fiskal, perdagangan, investasi, serta kebijakan industri. Fokus utama kajian itu adalah meningkatkan efisiensi perekonomian nasional, terutama dalam menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang saat ini masih tergolong tinggi.

“ICOR yang tinggi menunjukkan mahalnya biaya investasi untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Jika efisiensi meningkat dan ICOR dapat ditekan, maka biaya pertumbuhan akan lebih terjangkau dan berkelanjutan,” jelasnya.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Ekonomi Tumbuh, Kesempatan Merata ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar