
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Seekor ekidna berwarna putih pucat menarik perhatian para pecinta alam setelah berhasil direkam di Taman Nasional Cradle Mountain, Tasmania, Australia. Hewan yang biasanya memiliki bulu cokelat gelap ini menunjukkan penampilan yang sangat berbeda dengan bulu berwarna keemasan dan duri pirang yang mencolok. Penampakan langka ini membuat banyak orang tercengang dan kagum.
Penemuan tersebut direkam oleh Taylor Jamii Film, seorang pembuat film satwa liar. Ia mengaku hampir menyerah setelah mencari ekidna selama enam jam di alam liar Australia. “Setelah mendaki gunung dan mencari tanpa hasil selama lebih dari 6 jam, kami nyaris menyerah untuk mencari dan menemukan ekidna. Lalu, tepat ketika kami meninggalkan taman nasional dengan perasaan kecewa karena gagal menemukan makhluk kecil ini, kami melihat seekor ekidna pirang yang langka,” tulis Jamii dalam unggahan Instagramnya.
Ia langsung mengambil lensa zoom-nya untuk merekam momen langka itu. Secara umum, ekidna memiliki bulu cokelat gelap dan duri berwarna terang, mirip dengan highlight pirang. Namun ekidna yang ditemukan Taylor tampak jauh lebih pucat, dengan bulu pirang nyaris putih di seluruh tubuhnya.
Para ahli menduga warna tersebut disebabkan oleh kelainan genetik langka seperti albinisme atau leucisme, yang menghambat produksi pigmen melanin pada kulit dan rambut. Kondisi ini membuat ekidna memiliki penampilan yang sangat berbeda dari kebanyakan spesiesnya.
Ekidna dikenal sebagai hewan pemalu dan soliter. Meski secara fisik mirip dengan landak berduri, mereka jauh lebih aneh. Hewan ini memiliki moncong panjang seperti belalai, lidah lengket untuk menangkap semut, dan termasuk dalam kelompok monotremata, satu-satunya kelompok mamalia di dunia yang bertelur, selain platipus.
Di Tasmania sendiri, spesies yang ditemukan adalah Tachyglossus aculeatus setosus, subspesies dari ekidna berparuh pendek yang tersebar luas di seluruh Australia. Semua spesies monotremata modern hanya hidup di Australia dan Papua Nugini, tempat mereka mempertahankan keunikan evolusinya selama jutaan tahun tanpa banyak berubah.
Selain tampilannya yang unik, ekidna juga memiliki kemampuan luar biasa. Mereka bisa bertahan hidup di lingkungan dengan kadar oksigen rendah dan kadar karbon dioksida tinggi. Alih-alih melawan predator dengan cakar, ekidna akan menggali tanah dan bersembunyi di bawah permukaan saat terancam. Mereka dapat bertahan di bawah tanah dalam waktu lama, bahkan ketika udara sangat minim.
Penampakan ekidna pirang langka ini menjadi pengingat betapa menakjubkannya keberagaman alam Australia. Meskipun bukan yang pertama didokumentasikan, beberapa ekidna albino dan leucistic pernah terlihat sebelumnya, dan setiap kemunculannya tetap membuat siapa pun yang menyaksikan merasa beruntung.
Beberapa faktor yang membuat ekidna menjadi hewan yang begitu menarik:
-
Kemampuan adaptasi
Ekidna mampu bertahan hidup di lingkungan dengan kadar oksigen rendah dan karbon dioksida tinggi. Kemampuan ini membuat mereka sangat cocok untuk hidup di daerah-daerah yang sulit. -
Perilaku yang unik
Sebagai hewan soliter, ekidna jarang terlihat bersama. Mereka cenderung menghindari kontak dengan manusia dan hanya aktif di malam hari. -
Ciri fisik yang menarik
Dengan bulu dan duri yang berbeda, ekidna sering kali menarik perhatian karena penampilannya yang tidak biasa. Contohnya adalah ekidna berwarna putih pucat yang baru-baru ini ditemukan. -
Keunikan evolusi
Ekidna termasuk dalam kelompok monotremata, yang merupakan satu-satunya kelompok mamalia di dunia yang bertelur. Hal ini menjadikan mereka sangat istimewa dalam dunia biologi. -
Dampak lingkungan
Keberadaan ekidna juga penting bagi ekosistem. Mereka membantu mengendalikan populasi serangga seperti semut, sehingga menjaga keseimbangan alam.
Pentingnya perlindungan ekidna:
-
Konservasi habitat
Perlindungan terhadap habitat alami ekidna sangat penting agar mereka tetap bisa hidup dan berkembang biak. -
Peningkatan kesadaran
Peningkatan kesadaran masyarakat tentang keberagaman hayati dapat membantu menjaga keberlangsungan hidup ekidna. -
Penelitian dan dokumentasi
Dokumentasi keberadaan ekidna, seperti yang dilakukan oleh Taylor Jamii Film, sangat penting untuk memahami lebih dalam tentang spesies ini. -
Hukum dan regulasi
Penerapan hukum dan regulasi yang ketat terhadap aktivitas manusia di daerah-daerah yang menjadi habitat ekidna dapat membantu melindungi mereka dari ancaman eksternal. -
Kolaborasi antar lembaga
Kolaborasi antara lembaga penelitian, pemerintah, dan komunitas lokal dapat memberikan dampak positif dalam upaya konservasi ekidna.
Komentar
Kirim Komentar