Dubes Kanada Jess Dutton Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Indonesia-Kanada

Dubes Kanada Jess Dutton Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Indonesia-Kanada

Kabar pemerintahan kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Dubes Kanada Jess Dutton Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Indonesia-Kanada, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
Dubes Kanada Jess Dutton Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Indonesia-Kanada

Perkuat Hubungan Ekonomi, Kanada Berkomitmen untuk Kemitraan dengan Indonesia

Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, menegaskan kembali komitmen negaranya untuk memperkuat hubungan ekonomi, khususnya di sektor ketahanan pangan dan agribisnis. Hal ini disampaikan dalam acara “Canada in Asia: Momentum Jakarta” yang digelar pada 10 Desember. Dutton menyebut Indonesia sebagai mitra utama Kanada di kawasan Indo-Pasifik, terutama melalui kerja sama strategis yang terus berkembang.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Dalam sambutan pembukaannya, Dutton memberikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas kemajuan perundingan Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Jatmikko, beserta timnya, yang dinilai menunjukkan profesionalisme dan semangat kemitraan selama proses perundingan berlangsung.

Menurut Dutton, pembahasan CEPA berjalan sangat konstruktif dan transparan, sehingga kedua negara mampu menyelesaikan kesepakatan komprehensif ini hanya dalam tiga hingga empat tahun. “Ini sangat mengesankan, mengingat besarnya ekonomi kedua negara,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa Kanada dan Indonesia kini memiliki landasan yang kuat untuk memperluas hubungan perdagangan dalam beberapa tahun ke depan.

Kontribusi Kanada Terhadap Rantai Pasok Pangan Indonesia

Dutton juga menyoroti besarnya kontribusi Kanada terhadap rantai pasok pangan Indonesia. Ia menyebut bahwa di setiap kotak Indomie terdapat gandum Kanada, menegaskan betapa eratnya hubungan agribisnis kedua negara. Pada 2024 saja, nilai ekspor agribisnis dan makanan laut Kanada ke Indonesia mencapai lebih dari US$1,2 miliar, termasuk gandum, kedelai, dan potas yang menjadi bahan penting bagi industri pangan dan pertanian Indonesia.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa implementasi CEPA nantinya akan memberikan akses bebas bea untuk sejumlah komoditas Kanada, meningkatkan transparansi perdagangan, dan memperkuat standar keselamatan pangan berbasis sains. Dutton menilai CEPA akan membuat lebih dari 95 persen ekspor Kanada ke Indonesia memperoleh perlakuan tarif preferensial, meningkatkan daya saing produk Kanada di pasar domestik.

Kerja Sama yang Tidak Hanya Berupa Angka

Namun, Dutton menegaskan bahwa hubungan Kanada–Indonesia tidak hanya berhenti pada angka perdagangan. Kanada melalui sejumlah program bantuan juga mendukung petani Indonesia agar dapat meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan. Selain itu, lembaga seperti Nutrition International turut berperan dalam peningkatan nutrisi masyarakat serta mendukung kesehatan perempuan dan anak di berbagai daerah.

Salah satu inisiatif terpenting yang dijelaskan Dutton adalah pembentukan Indo-Pacific Agriculture and Agri-Food Office (IPAAO) di Manila, kantor pertama sejenisnya di dunia. Kantor ini, menurutnya, menjadi bukti seriusnya Kanada untuk meningkatkan kolaborasi teknis, memperluas akses pasar, dan memperkuat ketahanan pangan di kawasan. “Indonesia adalah pusat dari misi tersebut,” tegasnya.

Manfaat Bersama dalam Kerja Sama Dua Arah

Dutton menyampaikan bahwa kerja sama dua arah juga menguntungkan Kanada. Negeri itu mengimpor berbagai komoditas unggulan dari Indonesia, mulai dari kopi, kakao, minyak sawit, hingga udang dan ikan nila. Produk-produk ini, menurutnya, memperkaya pilihan konsumen Kanada sekaligus mendorong pertumbuhan industri makanan.

Mengakhiri sambutannya, Dutton mengajak seluruh peserta acara untuk terus memperkuat hubungan kedua negara melalui kolaborasi yang lebih erat, baik pada tingkat pemerintah maupun pelaku industri. Ia juga mengundang para pemangku kepentingan untuk hadir dalam Konferensi Canada in Asia di Singapura pada Februari 2026 sebagai lanjutan dialog strategis antara Kanada dan mitra-mitra Asia.

“Bersama-sama, kita dapat membangun masa depan di mana pertanian terus mendorong kemakmuran dan ketahanan pangan bagi semua,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar